- Antara
Diduga Mabuk, Pemotor Tusuk Pengendara Mobil di Kemang hingga Kritis
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Jakarta Selatan. Seorang pengendara mobil menjadi korban pemukulan dan penusukan brutal di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, tepatnya di depan McDonald’s Kemang, pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Korban kini kritis dan menjalani perawatan intensif di ICU RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kapolsek Mampang, Kompol Wahid Key menjelaskan, peristiwa bermula dari perselisihan antara pengendara roda dua dan roda empat yang diduga dipicu senggolan di jalan.
“Yang pasti perselisihan antara pengendara motor dan pengendara roda empat. Si korban ini roda empat. Pelaku ini roda dua. Terjadi perselisihan tuh di antara mereka,” kata Wahid, Minggu (4/1/2026).
Wahid menyebut, dugaan awal perselisihan dipicu insiden di jalan.
“Ya dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” ujarnya.
Kini polisi tengah mendalami dugaan pelaku berada dalam pengaruh alkohol saat kejadian.
“Kelihatannya kan si pelaku ini dalam pengaruh ini ya, pengaruh alkohol, kelihatannya kondisinya seperti itu. Namun masih kita dalami kemungkinan-kemungkinan itu dengan saksi-saksi di sekitar TKP,” kata Wahid.
Usai kejadian, korban sempat dibawa ke RSUD Mampang. Namun karena kondisi luka yang serius, polisi langsung mengantar korban ke RS Polri Kramat Jati.
“Korban waktu itu dibawa ke RSUD Mampang. Dari RSUD karena kondisinya, penanganannya tidak memungkinkan, anggota antar ke RS Kramat Jati,” jelasnya.
“Pada saat itu tentunya ya, terkena senjata tajam. Namun mendapatkan perawatan lah, sama kita antar juga ke Kramat Jati supaya penanganannya lebih baik,” sambung Wahid.
Wahid memastikan korban telah membuat laporan polisi pada malam kejadian.
“Udah malam itu udah lapor. Kan malam itu kita dampingi ke rumah sakit Kramat Jati, kita yang antar,” ujarnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.
“Lanjut kita melakukan olah TKP penyelidikan. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Juga udah menyisir ya tempat-tempat yang diduga mungkin dikunjungi pelaku, untuk meminta keterangan-keterangan lain atau CCTV dan sebagainya,” kata Wahid.