- youtube setpres
Negosiasi Tarif RI–AS, Airlangga Pastikan Draf Kesepakatan Rampung Sebelum Akhir Januari 2026
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat kian mendekati titik akhir negosiasi lanjutan tarif perdagangan bilateral.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan perundingan terbaru yang digelar di Washington DC berlangsung positif dan menghasilkan kesepakatan strategis menuju penyelesaian perjanjian tarif pada awal 2026.
Airlangga menyampaikan, pertemuan dengan Ambassador United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer, telah menyepakati percepatan penyusunan draf perjanjian hingga tuntas sebelum Januari 2026 berakhir.
“Pertemuan berjalan baik,” kata Airlangga dalam konferensi pers hasil perundingan yang disampaikan langsung dari Washington, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, kedua negara telah menyepakati framework timetable sebagai peta jalan finalisasi perjanjian. Tim teknis Indonesia–AS dijadwalkan kembali menggelar pertemuan intensif pada minggu kedua Januari 2026.
“Tadi juga telah disepakati framework timetable di mana minggu kedua Januari 2026 tim teknis Indonesia- AS akan melanjutkan kembali pertemuan teknis. Dokumen yang ditargetkan selesai 1 minggu setelah seluruh proses diselesaikan sebelum akhir Januari,” paparnya.
Seiring mendekatnya tahap akhir negosiasi, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC telah melakukan persiapan intensif menyambut rencana kunjungan Presiden RI ke Amerika Serikat pada akhir Januari 2026.
“Kami dari kedutaan counting down, menghitung hari untuk persiapan kunjungan Bapak Presiden yang diadakan pada akhir Januari tahun 2026. Sambil menunggu instruksi dari Jakarta nantinya agar kami sudah mulai bersiap-siap,” ujar Dwisuryo.
Dwisuryo berharap, hasil negosiasi tarif perdagangan yang kini hampir mencapai garis akhir dapat segera diimplementasikan setelah penandatanganan resmi dilakukan oleh kedua negara.
“Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan insyaallah kalau nanti kesepakatan yang telah sepakati bisa langsung diimplementasikan,” ujarnya.
“Karena memang tugas dari perwakilan kita di Amerika Serikat nantinya adalah mengimplementasikan perjanjian yang akan ditandatangani itu sebut,” lanjut Dwisuryo.
Pemerintah menilai penyelesaian perjanjian tarif ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan dagang Indonesia–Amerika Serikat, sekaligus membuka ruang kepastian bagi pelaku usaha di tengah dinamika perdagangan global. (agr)