news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mantan Juara Duta Budaya Berau Diduga Cabuli 18 Anak, Polisi Ungkap Kronologinya.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Mantan Juara Duta Budaya Berau Diduga Cabuli 18 Anak, Polisi Ungkap Kronologinya

Warga Berau, Kaltim baru-baru ini dikagetkan dengan kabar Seorang pemuda berinisial AS, mantan juara dua Duta Budaya Berau 2022, diduga cabuli 18 anak.
Senin, 17 November 2025 - 19:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Warga Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini dikagetkan dengan kabar Seorang pemuda berinisial AS, mantan juara dua Duta Budaya Berau 2022, diduga cabuli 18 anak.

Kasihumas Polres Berau, AKP Ngatijan jelaskan, saat ini AS diamankan Polres Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jumat (14/11/2025).

"Diamankan dan sudah diproses di PPA untuk kelanjutannya. Pelaku diamankan Jumat kemarin," jelasnya.

Sambungnya menjelaskan, bahwa seluruh korban merupakan anak laki-laki dan sebagian besar masih berstatus pelajar.

"Iya, laki-laki semua. Kejadiannya kan di Tabalar, untuk sementara yang didatakan oleh Kapolsek Tabalar itu 18 orang," ucapnya.

Meski begitu, diketahui sudah ada dua korban yang resmi melapor. Polisi masih menelusuri keberadaan korban lain yang tersebar di wilayah Tanjung, Semurut, dan beberapa kampung sekitar.

"Untuk modusnya nanti, saat ini masih dilakukan pendalaman ya," beber Ngatijan.

Kemudian, di saat ditanya awak media terkait kasus itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ilyas, menegaskan bahwa AS bukan duta wisata. Melainkan mantan juara dua Duta Budaya 2022 dan sudah tidak aktif sejak lama.

"Dia juara dua Duta Budaya 2022. Setelah lomba itu saja aktifnya, setelah itu enggak ada lagi. Dia bukan duta wisata, tapi duta budaya," bebernya.

Ilyas menyebutkan, AS juga dikenal pernah aktif dalam kegiatan kepemudaan seperti Pramuka. Karena itu, kabar dugaan pencabulan ini sangat mengejutkannya.

"Tentu saja saya sangat menyesalkan tindakan yang tidak bermoral seperti itu. Kita mengecam keras," ucap Ilyas.

Ketika ditanya apakah AS menunjukkan perilaku mencurigakan selama masih mengikuti kegiatan, Ilyas menyebut tidak pernah melihat gelagat tertentu.

"Biasa saja saya lihat. Enggak ada gelagat yang mencurigakan. Saya juga kaget," ucapnya.

Ilyas memastikan status juara AS sudah tidak berlaku, karena masa jabatan duta hanya satu tahun. Pun AS juga bukan juara pertama dan tidak menjabat.

"Kalau gelarnya memang sudah otomatis tercabut karena hanya menjabat setahun, yang menjabat di Duta Budaya pastinya yang juara pertama," jelasnya.

Kata dia, ke depannya, Disbudpar berencana memperketat proses seleksi pemilihan duta budaya selanjutnya, termasuk melibatkan ahli psikologi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral