news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

PAN Dukung Soeharto dan Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Zulhas: Bentuk Pengakuan Kolektif Bangsa

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur merupakan langkah tepat untuk menghargai jasa besar kedua pemimpin bangsa.
Minggu, 9 November 2025 - 18:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang Hari Pahlawan yang akan diperingati pada 10 November 2025, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun ini.

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menilai pemberian gelar tersebut merupakan langkah tepat untuk menghargai jasa besar para pemimpin bangsa.

Secara konstitusional, kata Zulhas, kewenangan pemberian gelar berada di tangan Presiden sebagai kepala negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Oleh arena itu, keputusan tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden.

Dukungan PAN didasari beberapa alasan. Pertama, setiap presiden memiliki jasa, pengorbanan, dan prestasi yang signifikan bagi kemajuan bangsa.

“Menjadi pemimpin nasional tentu penuh dengan dinamika sejarah dan perspektif penilaian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025).

Ia menambahkan, sebagai manusia, setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, masing-masing presiden meninggalkan jejak perjuangan dan narasi sejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa dari masa ke masa.

Menurutnya pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur tidak sekadar bersifat administratif.

“Ini juga merupakan simbol legitimasi nasional, pengakuan kolektif bangsa, dan konstruksi sejarah. Sebuah akumulasi dari aspirasi dan partisipasi masyarakat, baik melalui usulan daerah, organisasi, maupun peneguhan nilai perjuangan dan keteladanan para pemimpin nasional,” katanya.

Ia menilai, penghargaan kepada para presiden terdahulu juga menjadi upaya memperkuat budaya bangsa dalam memberikan makna terhadap perjuangan dan nilai-nilai nasionalisme.

“Pemberian gelar pahlawan kepada presiden adalah bagian dari menciptakan budaya bangsa yang baik dalam memberikan nilai perjuangan, nasionalisme Indonesia, keteladanan, dan optimisme,” tutup Zulhas.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima 49 nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional dari Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon. Dari jumlah tersebut, 24 nama masuk dalam daftar prioritas yang akan dikaji lebih lanjut sebelum diumumkan secara resmi. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral