news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026, Selasa (4/11/2025).
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOne

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Puan: Harus Cermati Rekam Jejaknya

Puan menghormati usulan pemberian gelar tersebut. Namun, dia mengingatkan pentingnya melihat rekam jejak masa lalu sebelum memberikan gelar pahlawan. 
Selasa, 4 November 2025 - 15:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal munculnya polemik atas usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Presiden ke-2 RI, Soeharto

Puan menghormati usulan pemberian gelar tersebut. Namun, dia mengingatkan pentingnya melihat rekam jejak masa lalu sebelum memberikan gelar pahlawan. 

"Pemberian gelar pahlawan kita hormati prosesnya, namun karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari dari masa lalu sampai sekarang," kata dia dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.

Menurut Puan, memberikan gelar pahlawan itu harus melalui pengkajian dengan cermat. Apakah nama-nama yang akan diangkat sudah layak menyandang status tersebut.

"Karena juga penting bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan, dan lain-lain sebagainya. Namun, ya hal itu tentu saja tentu harus dikaji dengan baik dan cermat," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendatangi Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 3 November 2025. Dalam kesempatan itu, Bahlil mengatakan partai yang dipimpinnya telah mengusulkan Presiden ke-2 RI Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional. 

"Kami juga tadi melaporkan kepada Bapak Presiden selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar. Saya bilang Bapak Presiden, dengan penuh harapan, lewat mekanisme rapat DPP Partai Golkar kami sudah mengajukan Pak Harto sebagai Pahlawan Nasional," ucap Bahlil. 

Golkar menilai Soeharto layak mendapat gelar pahlawan nasional. Menurutnya, Soeharto yang merupakan salah satu pendiri Golkar memiliki jasa besar bagi Indonesia selama 30 tahun lebih menjabat sebagai presiden. 

"Pak Harto adalah salah satu pendiri Partai Golkar, menjadi presiden 30 tahun lebih. Waktu kedaulatan pangan, kedaulatan energi, ketika inflasi kita sekian ratus persen, Indonesia terkenal dengan Macan Asia di saat itu, itu adalah tidak bisa terlepas dari jasa Pak Harto," katanya.

"Dan saya pikir sudah sangat layak, pantas, dan sudah saatnya untuk kemudian pemerintah bisa memberikan sebagai gelar pahlawan nasional. Itu yang tadi keputusan daripada DPP Partai Golkar," sambungnya. 

Bahlil mengatakan, usulan Soeharto mendapat gelar pahlawan sudah melalui mekanisme internal Partai Golkar. Bahlil menyatakan, Partai Golkar, baik di DPP maupun fraksi di DPR konsisten mendukung Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional. 

Menurutnya, Kepala Negara menerima dan mempertimbangkan aspirasi Partai Golkar tersebut. 

"Kami sebagai partai sudah menyampaikan apa yang menjadi bagian permohonan kami untuk Pak Harto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," katanya. (nba)


(Yeni Lestari)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral