news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konferensi pers Kemenag dan UIII menjelang Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Kemenag dan UIII Gelar Konferensi Internasional AICIS+ 2025, Kumpulkan Ilmuwan Dunia untuk Bedah Ekoteknologi hingga AI

AICIS+ 2025 yang menjadi ajang konferensi akademik prestisius untuk para cendekiawan dari berbagai belahan dunia akan digelar Kemenag RI di UII, 29-30 Oktober 2025.
Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:10 WIB
Reporter:
Editor :

"Ini penting karena ternyata hampir di semua jenjang madrasah unggulan kita telah banyak karya riset menarik. Para siswa madrasah tersebut telah menghasilkan riset yang empirik dan bahkan sudah siap dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus," lanjutnya.

Menurut Amien, penyelenggaraan AICIS+ menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu berbasis nilai-nilai Islam.

"Program ini diselenggarakan untuk mendukung program Bapak Presiden, khususnya pembangunan SDM unggul. Kementerian Agama, di tengah persaingan global yang semakin ketat, juga berkomitmen untuk berkontribusi mencetak SDM unggul bagi bangsa," tutup Amien.

Sementara itu, Rektor UIII, Jamhari, menyebut AICIS+ 2025 sebagai forum kolaboratif bagi para ilmuwan lintas negara dan lintas keyakinan. "Dalam AICIS 2025 ini, pembicaranya tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari berbagai agama dan latar belakang lain. Peserta dan pembicara datang dari empat benua," ungkapnya.

"Ini menjadi kesempatan bagi ilmuwan Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan temuan ilmiahnya agar dikenal di dunia internasional. Selain itu, AICIS juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang plural, beragam, dan menjunjung tinggi toleransi," sebutnya.

Adapun sejumlah subtema yang diangkat dalam AICIS+ tahun ini meliputi:

1. Science and Technological Transformation
2. Ecotheology and Environmental Sustainability
3. Islamic Law, Social Equality, and Eco-Feminism
4. Sustainable Economic System and Social Welfare
5. Decolonizing Islamic Studies
6. Peace Building and Humanitarian Crisis
7. Public Health in Muslim Societies

Jamhari menjelaskan, ragam subtema tersebut mencerminkan luasnya perspektif yang dihadirkan AICIS+, yang tidak hanya fokus pada studi Islam semata, tetapi juga pada keterkaitannya dengan isu sosial, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan.

Ia juga menambahkan bahwa AICIS menjadi wadah penting dalam menunjukkan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. “Saat ini sudah ada 40 Universitas Islam Negeri di seluruh Indonesia dengan program studi yang tidak hanya Islamic Studies, tetapi juga bidang sains dan teknologi, dan jumlahnya masih akan terus bertambah. Ini menunjukkan transformasi besar dalam pendidikan Islam nasional,” katanya. (rpi)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:44
03:26
01:32
06:03
01:24
05:06

Viral