news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jokowi usai bertemu dengan Abu Bakar Baasyir.
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOnenews

Publik Soroti Besarnya Utang Kereta Cepat, Jokowi: Tidak Diukur dari Keuntungan Finansial

Belakangan ini publik soroti menganai besarnya utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Bahkan, hal itu tak terlepas dari pandangan Jokowi.
Senin, 27 Oktober 2025 - 16:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini publik soroti menganai besarnya utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Bahkan, hal itu tak terlepas dari pandangan Jokowi.

Jokowi mengklaim proyek Whoosh memang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan finansial.

Menurut Jokowi, Whoosh merupakan investasi sosial untuk masyarakat. 

Selain itu, ayah sang Wapres Gibran itu mengatakan ide proyek Whoosh berawal dari masalah kemacetan parah di Jabodetabek dan Kota Bandung selama 20 hingga 40 tahun terakhir.

“Dari kemacetan itu negara rugi secara hitung-hitungan. Kalau di Jakarta saja, sekitar Rp65 triliun per tahun. Kalau Jabodetabek plus Bandung, kira-kira sudah di atas Rp100 triliun per tahun,” jelas Jokowi di Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, (27/10/2025).

“Tujuannya agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal sehingga kerugian akibat kemacetan dapat ditekan,” kata mantan wali kota Solo itu.

Kemudian dia juga menyampaikan bahwa bahwa prinsip dasar pembangunan transportasi massal adalah layanan publik sehingga tujuannya tidak untuk mencari laba.

"Jadi, transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial, tetapi dari keuntungan sosial,” ucap dia.

Menurut dia, keuntungan sosial itu termasuk penurunan emisi karbon, peningkatan produktivitas masyarakat, pengurangan polusi, dan efisiensi waktu tempuh. (aag)   

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral