news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025)..
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

Waduh! Cak Imin Akui Terima 80 Laporan Bangunan Pesantren Rawan Ambruk: Cukup Al Khoziny, Jangan Ada Korban Lagi

Setelah membuka layanan call center, Cak Imin mengungkapkan pihaknya menerima 80 laporan terkait bangunan pondok pesantren (ponpes) yang rawan ambruk.
Selasa, 14 Oktober 2025 - 21:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkapkan pihaknya menerima 80 laporan terkait bangunan pondok pesantren (ponpes) yang rawan ambruk.

Hal ini setelah pemerintah membuka layanan call center khusus untuk menangani dan memantau kondisi infrastruktur pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Sudah, sampai hari ini sudah 80-an (laporan),” ungkap Cak Imin di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Dia menjelaskan laporan tersebut akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu untuk kemudian diaudit.

“Dan kita verifikasi untuk segera kita audit,” kata Cak Imin.

Dari 80 laporan yang diterima, dia mengatakan mayoritas bangunan ponpes yang rawan ambruk berlokasi di wilayah Pulau Jawa, Aceh, dan Kalimantan.

“Merata sih Jawa, kemudian Aceh, Kalimantan,” kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sebelumnya, Cak Imin merilis layanan call center khusus untuk menangani dan memantau kondisi infrastruktur ponpes di seluruh Indonesia.

Langkah ini untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca insiden robohnya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Call center ini kita siapkan agar semua pihak bisa melaporkan dengan cepat bila menemukan masalah infrastruktur di pesantren. Harapannya, pendataan bisa lebih akurat dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Cak Imin dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).

Layanan call center tersebut dapat dihubungi melalui (021) 158 untuk pengguna Telkomsel dan Tri, atau 158 untuk pengguna provider lainnya.

“Kita itu sering kali punya call center malah menjadi sampah. Tapi untuk kali ini, tolong betul-betul call center ini dimanfaatkan untuk emergency,” kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan, pendataan, dan penanganan cepat atas kondisi fisik bangunan pesantren.

Adapun jam layanan call center mengikuti jam pelayanan publik Kementerian PU yaitu 08.30 WIB - 15.30 WIB. Dia menegaskan tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny tidak boleh terulang lagi ke depannya.

“Cukup Al Khoziny yang terakhir. Kita tidak ingin ada lagi santri atau guru menjadi korban karena kelalaian infrastruktur,” pungkasnya. (saa/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral