- tvOnenews - Rika Pangesti
Meski Ramai Kasus Keracunan, SDN CBS 12 Jakarta Timur Pastikan MBG Sangat Dinanti Siswa
“Setelah ada MBG, tidak ada lagi anak yang pingsan saat upacara. Semua dapat gizi seimbang setiap hari, mulai dari susu sampai buah. Kami para guru melihat langsung manfaatnya,” kata Eva.
Kekhawatiran Keracunan
Meski demikian, Eva tidak menutup mata terhadap kekhawatiran masyarakat. Ia menilai, kasus keracunan bisa saja terjadi di manapun, termasuk di rumah sendiri.
“Kalau bicara khawatir, jangankan MBG, makanan yang kita masak di rumah pun kadang bisa menimbulkan masalah. Misalnya ikan tongkol yang memang sudah beracun dari sananya, itu kan di luar kendali kita semua. Yang penting, makanan yang datang ke sekolah ini sudah matang, tidak berbau, dan langsung dibagikan dalam keadaan segar,” jelasnya.
Eva juga menilai maraknya isu keracunan MBG di media sebaiknya tidak dibesar-besarkan hingga menutupi manfaat program.
Baginya, fokus utama adalah bagaimana program ini benar-benar sampai ke anak-anak.
“Kadang kita baca berita ribut soal MBG. Padahal anak-anak di sekolah ini jelas terbantu. Mereka dapat gizi, jadi tidak lapar di jam pelajaran terakhir. Bagi kami, program ini nyata manfaatnya. Jadi sebaiknya kita syukuri, sambil tetap awas menjaga kualitasnya,” tegas Eva. (rpi/aag)