- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Wamenkomdigi Ungkap Tantangan Jurnalisme di Era AI, Disiplin Verifikasi Tetap Jadi Senjata Utama Wartawan
"Apalagi dengan AI, kita tidak tahu apakah ini produk buatan AI atau ini produk yang dibuat oleh manusia," kata Nezar.
Ia mencontohkan, sejumlah media global telah mulai mengambil langkah strategis menghadapi gempuran AI.
New York Times, misalnya, mengubah entitasnya menjadi perusahaan teknologi demi menjaga daya saing.
"Jadi struktur organisasinya berubah. Konten hanya sub dari tech company karena mereka melawan platform media sosial. Makanya kita kalau cari New York Times di Google, kita cuma dapat ringkasan (berita) kecil saja, selanjutnya kalau Anda mau baca harus berlangganan," kata Nezar.
Selain itu, berbagai media internasional kini membangun koalisi untuk menjaga otentisitas produk jurnalistik.
Upaya ini dilakukan agar publik dapat membedakan karya yang ditulis jurnalis dengan konten yang dihasilkan AI, sekaligus mencegah mesin AI mengambil data dari situs berita.
Nezar menegaskan, jurnalisme tetap memiliki keunggulan fundamental dibandingkan AI, yaitu disiplin verifikasi.
“Disiplin verifikasi ini yang paling penting dan hanya para profesional yang mendedikasikan dirinya untuk mencari akurasi, kebenaran dalam laporan yang bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan peta jalan nasional AI untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
“Kita berharap industri media bisa adaptif dengan perubahan-perubahan yang terjadi ini,” ucapnya.
Sebagai penutup, Nezar menilai transformasi digital memang membawa tekanan besar bagi industri pers, tetapi sebenarnya juga sekaligus membuka ruang inovasi.
Menurutnya, hanya media yang mampu beradaptasi dan menjaga integritas jurnalistik yang dapat bertahan di tengah derasnya arus teknologi.
Sesi workshop wartawan ini juga diisi oleh Pakar Teknologi Informasi, Onno W. Purbo dan Pakar AI serta Digital Forensik, Ruby Alamsyah.
Setelah itu, acara dilanjutkan sesi corporate update menghadirkan perwakilan dari berbagai anak usaha dalam Grup UT, antara lain Ari Setiyawan dan Sara K. Loebis dari PT United Tractors Tbk; Boy G. Kalauserang dari PT Energia Prima Nusantara (EPN); Gunawan Setiadi dari PT Pamapersada Nusantara (PAMA); serta Katarina Siburian H. dari PT Agincourt Resources (PTAR). (rpi)