- dok.kolase tvOnenews.com / Wikipedia-pierresangpatriot
Mengenal Kisah Cinta Pierre Tendean, Ajudan Gagah Jenderal Nasution yang Banyak Dilirik Kaum Hawa, Dikenang Jadi Pahlawan Revolusi
Seperti dikutip viva.co.id dari laman Histeria, Oei Tjoe Tat ditugaskan oleh Presiden Sukarno untuk menjalin hubungan dan kerja sama dengan semua pihak yang anti dengan pembentukan federasi Malaysia.
"Misi ini dilakukan Oei dan Pierre dengan cara menyamar. Oei berlakon sebagai pedagang Tionghoa. Sementara Pierre, dengan wajah bulenya cukup apik berperan sebagai turis," keterangan di laman Histeria.
Dia pun memulai kariernya pada April 1965, Pierre dipercaya menjadi ajudan Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal Abdul Haris Nasution.
Diketahui, Pangkatnya naik jadi letnan satu dan tergolong ajudan termuda. Dari garis ibunya, Pierre masih berkerabat dengan Johana Sunarti Gondokusumo, istri Nasution.
Di sisi pekerjaannya, sehari-hari mengawal Nasution, Pierre kerap jadi pusat perhatian karena ketampanannya. Apabila Nasution diundang sebagai pembicara dalam seminar atau konferensi. Lalu, Pierre ikut jadi sorotan terutama dari kaum hawa.
Dari sinilah kemudian terkenal istilah, “Telinga kami untuk Pak Nas, tetapi mata kami untuk ajudannya.”
Siapa sangka, awla karier itu jadi langkah terakhirnya. Di malam 1 Oktober 1965 jadi hari pengabdian terakhir Pierre bagi keluarga Nasution.
Pierre Tendean malah jadi korban saat pasukan Tjakrabirawa hendak meringkus Nasution. Jadi korban salah tangkap itu, buatnya berakhir di lubang buaya.
Kejadian tersebut, memastikan kalau salah satu korban pembunuhan Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI ada Pierre Tendean. Dia tewas bersama enam perwira tinggi AD yang disebut Pahlawan Revolusi.(klw)