- tvOnenews/A.R Safira
Ada 60 Pasar Tradisional di Jakarta dalam Kondisi Kumuh dan Rawan Banjir, Pramono Janji Revitalisasi-Digitalisasi
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal tindak lanjut data sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional di Jakarta yang kini dalam kondisi kumuh dan rawan banjir.
Pramono menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat khusus dan diakui memang dari 153 pasar di Jakarta, belum semuanya dilakukan revitalisasi.
“Beberapa hari yang lalu kebetulan kami rapat khusus tentang pasar. Salah satu hal yang perlu dilakukan perbaikan memang harus diakui dari 153 pasar yang dimiliki oleh Jakarta, belum semuanya direvitalisasi,” kata Pramono, di Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025).
Kemudian Pramono menerangkan sejumlah pasar yang telah direvitalisasi, saat ini juga telah menerapkan digitalisasi. Termasuk melakukan transaksi dengan sistem digital.
- tvOnenews/A.R Safira
“Tetapi bagi pasar-pasar yang sudah direvitalisasi dan kemudian mereka digitalisasi kita lakukan, maka pasar-pasar ini ternyata meningkatkan secara signifikan transaksi yang menggunakan digital. Seperti pasar Santa, Mayestik dan sebagainya, kemarin kita lombakan dari 12 pasar itu meningkat 47 persen,” tukas Pramono.
Terkait hal ini, Pramono menegaskan akan melakukan renovasi sekaligus meningkatkan digitalisasi untuk pasar yang belum direvitalisasi.
“Maka untuk itu saya sudah memutuskan bagi pasar-pasar yang belum dilakukan digitalisasi akan kami lakukan, sekaligus kita akan melakukan renovasi,” ungkap Pramono.
Sementara itu Pramono mengaku juga telah bertemu dengan koperasi pedagang dan mereka meminta untuk dilakukan renovasi atau optimalisasi dari yang ada.
“Tetapi mereka juga meminta agar fasilitas sosial dan fasilitas umum yang ada di pasar tidak digunakan oleh pasar jaya untuk berjualan. Dan itu sudah saya setujui, maka renovasi akan segera kami lakukan,” ungkap Pramono.
Untuk diketahui, Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk segera membentuk tim penyelamat pasar tradisional.
Langkah ini dianggap krusial untuk membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap pasar tradisional di tengah persaingan global.
“Kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk tim penyelamatan pedagang dan pasar se-Jakarta,” kata Ketua Umum Puskoppas DKI, Gusnal, di Jakarta. Kamis, 11 September 2025.
Tim ini diharapkan dapat memberikan keringanan biaya pengelolaan pasar di masa mendatang.
“Diharapkan biaya pengelolaan untuk yang akan datang mendapat keringanan 50 persen sampai kondisi pasar pulih kembali,” sambung Gusnal.
Menurut data Puskoppas DKI, sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional di Jakarta kini dalam kondisi kumuh dan rawan banjir.
Banyak pasar menjadi kosong karena para pedagang tidak mampu membayar biaya pengelolaan pasar non-tunai (Cash Management System/CMS).
Oleh karena itu, selain meminta keringanan biaya, Puskoppas juga mendesak agar tunggakan biaya pengelolaan selama pandemi COVID-19 dihapuskan.
Seluruh permintaan tersebut telah disampaikan langsung kepada Gubernur DKI, Pramono Anung, dalam sebuah audiensi pada Rabu, 10 September 2025.
Menurut Gusnal, Gubernur menyatakan keprihatinan dan sepakat untuk membentuk tim penyelamat yang akan terdiri dari unsur Pemda, DPRD DKI, Perumda Pasar Jaya, dan perwakilan pedagang.
Tim penyelamat gabungan ini nantinya diharapkan tidak hanya merumuskan terobosan untuk memajukan pasar, tetapi juga meninjau kembali Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2018 tentang pengelolaan Perumda Pasar Jaya. (ars/muu)