news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prada Lucky Namo.
Sumber :
  • Antara/Istimewa

3 Fakta Kematian Prada Lucky, Baru 2 Bulan Jadi Prajurit TNI Sudah Jadi Korban Penganiayaan Senior

Prada Lucky, prajurit TNI AD baru 2 bulan, tewas diduga dianiaya senior. Ibunda ungkap korban sempat dicambuk dan alami luka lebam di seluruh tubuh.
Sabtu, 9 Agustus 2025 - 19:54 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus kematian Prada Lucky Cepril Saputra Namo, prajurit muda TNI AD yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyita perhatian publik.

Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8) pukul 10.30 Wita setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo.

Penyebab kematian prajurit berusia 23 tahun ini diduga kuat karena penganiayaan yang dilakukan oleh para seniornya di dalam lingkungan asrama.

Berikut rangkuman tiga fakta penting terkait kasus tragis ini.

1. Baru Dua Bulan Menjadi Prajurit TNI

Prada Lucky diketahui baru sekitar dua bulan resmi menjadi anggota TNI AD sebelum nyawanya berakhir secara tragis.

Paman korban, Rafael David, menjelaskan bahwa Lucky memulai pendidikan di Sekolah Calon Tamtama (Secatam) TNI AD di Singaraja, Bali, pada Februari 2025.

Setelah menjalani masa pendidikan selama beberapa bulan, Lucky dilantik menjadi prajurit pada akhir Mei 2025.

Usai pelantikan, ia langsung ditempatkan di Yon TP 834/WM yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Juni 2025.

“Dia baru dua bulan jadi tentara, selesai pendidikan Bulan Mei lalu Juni ditempatkan di sana (Yon TP 834/WM),” ungkap Rafael di rumah duka.

2. Diduga Dicambuk oleh Senior

Keterangan mengejutkan datang dari ibu kandung korban, Sepriana Paulina Mirpey.

Ia mengatakan, sebelum meninggal, anaknya sempat menceritakan kepada ibu angkatnya bahwa dirinya dicambuk oleh senior.

“Setahu saya, waktu dia minta tolong ke mama angkatnya setelah kena pukul pertama, dia bilang, ‘Mama, saya dicambuk,’” tutur Sepriana.

Menurutnya, Prada Lucky bahkan sempat melarikan diri ke rumah mama angkatnya dalam kondisi tubuh penuh luka.

Bagian tangan, kaki, dan punggung korban disebut mengalami kerusakan parah akibat penganiayaan.

“Badannya hancur semua dari kedua tangan, kaki, belakang. Mama angkatnya masih sempat mengompres dan mengoleskan minyak,” tambah Sepriana dengan suara bergetar.

3. Ada Luka Lebam di Tubuh Korban

Pihak RSUD Aeramo membenarkan adanya luka lebam pada tubuh Prada Lucky.

Direktur RSUD Aeramo, Chandrawati Saragih, menyebutkan bahwa lebam tersebut ditemukan saat korban dirawat di rumah sakit.

“Benar ada lebam,” ujarnya singkat.

Namun, Chandrawati enggan menanggapi lebih jauh terkait adanya kabar luka sayat pada tubuh korban.

Ia menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan mengumpulkan data lebih lengkap sebelum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi medis Prada Lucky.

Kematian Prada Lucky yang baru menapaki awal karier militernya ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga serta memicu sorotan publik terhadap dugaan kekerasan di lingkungan militer.

Polisi Militer dan pihak terkait kini diharapkan mengusut tuntas kasus ini agar penyebab pasti kematian korban dapat terungkap dan pihak yang bertanggung jawab bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral