- YouTube/Sekretariat Presiden
Prabowo: Kalau Kita Lemah, Kita Tak Bisa Bantu Palestina!
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kekuatan dan persatuan bangsa dalam membela Palestina dan memperjuangkan keadilan global.
Hal itu disampaikan dalam pidato pembukaan Sidang Umum ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (14/5).
“Saudara-saudara kita sekalian, kalau kita tidak bisa mengurus bangsa kita sendiri bagaimana kita mau membantu umat yang sedang dalam kesusahan. Kalau kita lemah, mungkin kita tidak bisa bantu Palestina. Bahkan suara kita pun tidak akan didengar. Suara kita didengar, kalau kita bersatu dan kita kuat,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa pemerintah Indonesia saat ini berkomitmen menjalankan sejumlah agenda besar, termasuk reformasi politik dan birokrasi, pembangunan sumber daya manusia, swasembada pangan dan energi, hingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Karena kami percaya solusi bagi masalah dunia dimulai dari bangsa kita sendiri. Apakah bangsa kita masing-masing berhasil mengatasi masalah internalnya sendiri,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebelum hadir di forum PUIC, dirinya sempat berbincang dengan Sultan Brunei Darussalam dan sepakat bahwa dunia Islam harus menjadi solusi bagi dunia.
“Siang ini, sebelum saya tiba di forum majelis terhormat ini, saya sempat berbincang dengan sahabat saya Sultan Brunei Darussalam. Kami bersepakat bahwa dunia Islam bisa menjadi solusi bagi dunia. Kita bisa dan kita harus menghadirkan perdamaian dunia,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan bahwa ajaran Islam adalah ajaran cinta kasih dan perdamaian yang harus dihidupkan kembali di tengah dunia yang sedang kehilangan arah. Namun, ia mengingatkan bahwa perdamaian hanya bisa diwujudkan jika umat Islam kuat dan bersatu.
“Walaupun kita ingin perdamaian, kalau kita lemah, mungkin ada pihak-pihak yang tidak ingin perdamaian. Mungkin ada pihak-pihak yang melihat kalau kita lemah, kita bisa dijajah kembali. Kita bisa disuruh-suruh sebagai bangsa pion, bangsa budak, bangsa kacung,” tegasnya.
Presiden pun mengajak seluruh umat untuk bersatu dan melangkah bersama, meneladani semangat para tokoh besar Islam demi menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.