news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase lokasi ledakan dan kantong jenazah korban ledakan dahsyat pemusnahan amunisi expired di Garut.
Sumber :
  • Tangkapan Layar tvOne

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa oleh TNI di Garut Tewaskan 13 Orang, Polda Jabar Turun Tangan

Sebanyak 13 orang meninggal dunia buntut kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh TNI di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat..
Senin, 12 Mei 2025 - 15:48 WIB
Reporter:
Editor :

Garut, tvOnenews.com - Sebanyak 13 orang meninggal dunia buntut kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh TNI di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari Senin (12/5/2025).

"Benar kejadian tersebut," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi Senin (12/5).

Meskipun Hendra membenarkan kejadian tersebut, namun dirinya belum berbicara lebih jauh.

Hendra menyebut saat ini, timnya sedang menuju ke lokasi kejadian insiden tersebut.

"Saat ini Kapolres Garut menuju lokasi. Update selanjutnya masih dikoordinasikan oleh Kapolres Garut," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Dari 13 korban tewas, empat korban di antaranya adalah anggota TNI. 

Sementara, 8 orang korban lainnya adalah warga sipil atau pengunjung pantai tersebut.

Total Korban Ledakan di Garut 13 Orang

Sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat menjadi 13 orang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Kristomei Sianturi, Senin (12/5/2025).

Lokasi ledakan dahsyat terjadi di pesisir Cibalong Desa Sagara, Kecematan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025).

Adapun korban meninggal dunia merupakan sembilan warga sipil empat anggota TNI.

"Lahan tempat pemusnahan amunisi expired ini adalah lahan milik BKSDA yang sudah rutin digunakan dalam rangka pemusnahan amunisi ynag sudah expired," tuturnya kepada tvOne.

Saat ini pihaknya masih fokus untuk mengamankan tempat tersebut sekaligus mengurusi jenazah.

"Hasil penyelelidikan lebih lanjut akan kami sampaikan," kata Kristomei.

Saat ini aparat masih menyelidiki keberadaan warga sipil di lokasi ledakan. 

Warga diduga mendekat setelah pemusnahan amunisi dilakukan apparat untuk mengambil serpihan-serpihan amunisi sisa ledakan.

Korban meninggal dan luka-luka dalam peristiwa itu sudah dilarikan ke RSUD Pameungpeuk, Garut setelah ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. (rpi/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral