- Antara
Walau 'Menyeramkan' sebagai Preman, Hercules Ternyata Bukan Saja Pernah Dipekerjakan oleh TNI tapi oleh Pejabat Penting Ini Juga
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Rosario de Marshall, atau lebih dikenal sebagai Hercules kembali mencuat setelah perseteruannya dengan para purnawirawan TNI.
Hercules adalah salah satu preman legendaris yang namanya sempat mengguncang Tanah Abang dan seantero Jakarta pada era 1990-an hingga 2000-an.
Hercules bukan nama asing bagi dunia malam ibu kota. Ia dikenal sebagai pemimpin kelompok preman yang disegani sekaligus ditakuti.
Konon, tubuhnya penuh luka akibat peluru dan sabetan senjata tajam bahkan kepalanya pernah tertembak, dan ia dibacok hingga 16 kali, namun tetap hidup.
“Ya saya itu berapa kali ditembak dan dikeroyok ratusan massa, namun Allah belum berkehendak untuk berikan kematian bagi saya,” katanya suatu waktu.
Hercules berasal dari Timor Timur. Sebelum ke Jakarta, ia aktif membantu operasi militer TNI.
Saat tangannya terluka dan harus diamputasi, ia diterbangkan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Namun, karena merasa tak tahan dirawat, ia kabur dan akhirnya hidup sebagai gelandangan.
"Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan," ujar Hercules, dikutip dari buku Kick Andy Kumpulan Kisah Inspiratif.Kehidupan keras Jakarta tak membuatnya gentar. Justru dari kolong jembatan itulah karier gelapnya dimulai.
“Daripada dibunuh, lebih baik saya bunuh duluan. Setiap malam saya tidur dengan golok di tangan. Kondisi waktu itu sangat rawan. Lengah sedikit, lawan akan menyerang,” kenangnya.
Langganan Penjara, Berubah Jadi Pebisnis
Nama Hercules kerap muncul dalam laporan kriminal. Ia terlibat dalam berbagai kasus seperti pemerasan, penganiayaan, dan penyerobotan lahan. Dalam kasus terakhir, ia dijatuhi vonis 8 bulan penjara pada 2019.
Namun sejak bebas pada 2021, Hercules mengklaim ingin memperbaiki diri. Ia menekuni bisnis, termasuk perikanan di Muara Baru. Bahkan pada masa kepemimpinan Anies Baswedan, ia sempat diangkat menjadi tenaga ahli di Perumda Pasar Jaya.
Kini, Hercules memimpin ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB Jaya) yang aktif dalam kegiatan sosial, dan sering memberi santunan pada anak yatim.
“Di rumah pun setiap hari Jumat itu banyak anak yatim saya kasih makan,” ujarnya saat acara sosial di Kuningan, Jawa Barat.