- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube Prof. Rhenald Kasali
Sikat Habis Premanisme, Hendropriyono Sarankan Polri Tiru Cara Jepang atasi Yakuza: Kalau soal Hercules Dia Itu...
Hercules pun merespons pernyataan Gatot dengan menegaskan bahwa ia bukan lagi preman. Kini acara kegiatan keislaman dan sosial rutin digelar di rumahnya.
Menanggapi kegaduhan soal ormas dan premanisme ini mantan Kepala BIN Hendropriyono menyampaikan pendapatnya bahwa Indonesia hendaknya bisa meniru Jepang.
“Pada tahun 90an Jepang mengalami hal yang sama terhadap Yakuza. Penyelesaiannya yang pertama, selalu hadirnya pemerintah,” kata Hendropriyono dalam siniar bersama Prof. Rhenald Kasali.
Pasalnya kalau pemerintah tidak hadir akan ada situasi seperti zaman perang yang melahirkan banyak jagoan-jagoan perang. Lalu bagaimana cara pemerintah Jepang hadir?
“Akhirnya mereka (Jepang) punya regulasi khusus terhadap Yakuza. Tidak bisa dalam KUHP atau KUHAP perdata, tapi premanisme ini diatur dalam sesuatu yang khusus,” jelas Hendropriyono.
Sebab tanggung jawabnya menyangkut bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak memanfaatkan ormas dan harus menolaknya.
- Tangkapan layar
“Maka harus ada payung hukumnya, masyarakat bisa langsung lapor ke polisi. Jepang juga dulu gitu ada polisi khusus untuk menangani preman,” ungkap mertua Andika Perkasa itu.
Adapun soal Hercules, Hendropriyono tak segan menyebutnya sebagai korban konspirasi Amerika yang saat itu mengompori Indonesia menyerang Timor Leste.
“Hercules dan para prajurit kita adalah korban dari konspirasi global yang nyuruh kita ke Tim-tim dulu siapa? Amerika,” terang Hendropriyono.
Walaupun kemudian Hercules dianggap “berulah”, Hendropriyono meminta agar jangan dibunuh karakternya, tapi diarahkan.
“Karena Hercules ini dulu kita percaya memegang kunci gudang senjata dan peluru,” kata pria berusia 79 tahun itu.
“Saya bukan membela ya, saya tetap anti premanisme, tapi kita kan punya hati nurani. Soal ini kan kecil sebenarnya,” imbuhnya.