news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rektor Unaya Dr Nurlis Effendi saat menjenguk Wahidin.
Sumber :
  • IST

Unjuk Rasa Ricuh di Unaya Tewaskan 1 Orang, Yayasan Laporkan 6 Orang ke Polda Aceh

Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh melaporkan enam orang yang diduga menggalang massa untuk berunjukrasa hingga mengakibatkan salah seorang satuan tugas (Satgas) kampus setempat meninggal dunia ke Polda Aceh.
Senin, 21 April 2025 - 17:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh melaporkan enam orang yang diduga menggalang massa untuk berunjukrasa hingga mengakibatkan salah seorang satuan tugas (Satgas) kampus setempat meninggal dunia ke Polda Aceh.

“Benar kita menempuh jalur hukum. Sedari awal kita selalu mengikuti proses hukum dan administrasi yang sesuai ketentuan hukum di NKRI, kami ingin keadilan,” kata Rektor Unaya Dr Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (21/4/2025).

Sebelumnya, salah seorang Satgas Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh bernama Wahidin meninggal dunia saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa setempat, Kamis (17/4).

Pelaporan ke Polda Aceh tersebut dilakukan oleh Ketua Yayasan Abulyatama Aceh, Musa Bintang. Langkah ini ditempuh karena aksi itu telah mengakibatkan orang meninggal.

"Tujuh korban luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Oleh karena itu, hal ini jadi persoalan hukum," ujarnya.

Mereka yang dilaporkan itu, kata Nurlis, mulai dari dosen dan unsur masyarakat sipil yang terlibat. Sementara terhadap mahasiswa tidak diadukan ke pihak berwajib.

"Sejauh ini belum ada mahasiswa yang dilaporkan. Sebab kita anggap mahasiswa itu murni menyalurkan aspirasi, hanya saja ada kelompok-kelompok yang menungganginya," katanya.

Pada tahapan awal ini, kata dia, setidaknya ada enam orang yang telah dilaporkan ke Polda Aceh.

“Mereka semua diduga menjadi penggalang demo yang berujung pada perbuatan penganiayaan dan bahkan sampai ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, menurut informasi yang diperoleh Yayasan Abulyatama Aceh dan Rektorat Unaya, terdapat beberapa klaster penggalang massa unjuk rasa tersebut.

Pertama, kata dia, adalah pada klaster mahasiswa, dan kedua adalah pada klaster para dosen. Dua klaster ini saling terhubung, dan terkoordinasi.

Menurut dia, unjuk rasa dari mahasiswa dan dosen merupakan hal wajar. Mereka menuntut untuk bisa belajar dan mengajar, selayaknya universitas yang sebenar-benarnya. Meskipun memang pada dasarnya kampus tidak pernah melarang kegiatan akademik dan selalu terbuka.

"Namun yang jadi masalah terdapat klaster ketiga. Ini saya duga klaster provokasi. Mereka ini dikumpulkan di dalam sebuah gudang di dekat kampus," kata Nurlis.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral