news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sultan Najamudin, Ratu Hemas dan Yorrys Raweyai.
Sumber :
  • IST

Didukung Mayoritas Anggota dan Pemerintah, Sultan Najamudin, Ratu Hemas dan Yorrys Raweyai Mantap Satukan Visi Maju Pimpinan DPD RI

akil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin terkonfirmasi telah membentuk paket pencalonan sebagai pimpinan DPD RI periode 2024-2029 bersama Yorrys Raweyai dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.
Senin, 27 Mei 2024 - 15:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin terkonfirmasi telah membentuk paket pencalonan sebagai pimpinan DPD RI periode 2024-2029 bersama Yorrys Raweyai dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Dijumpai saat melakukan makan siang bersama di kediaman politisi senior Yorrys Raweyai di Bilangan Mampang Jakarta Selatan, Sultan mengkonfirmasi pencalonan dirinya bersama kedua senator senior tersebut.

"Alhamdulillah hari ini kami bertiga sudah bermusyawarah dan telah bersepakat untuk menyatukan visi politik memperkuat kewenangan dan martabat lembaga DPD. Tentunya atas permintaan dan dukungan mayoritas dari para anggota DPD RI dari hampir semua daerah," ujar Sultan kepada awak media, Senin (27/5/2024).

Mantan wakil gubernur itu mengungkapkan DPD RI sebagai lembaga tinggi negara harus memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pembangunan daerah dan Indonesia dengan membangun kolaborasi dengan semua stakeholders terutama pemerintah sebagai Eksekutif. 

"Kami berkomitmen akan menavigasi lembaga ini secara lebih bermartabat dalam posisi yang ideal di antara lembaga negara lainnya. Keberadaan DPD harus memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pembangunan daerah dan Indonesia," terang Sultan.

Menurutnya lembaga dengan legitimasi daulat rakyat yang besar ini perlu mendapatkan kewenangan yang ideal dalam fungsinya sebagai lembaga legislatif. Terutama dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan otonomi daerah yang semakin besar.

Sultan mengatakan gagasan memperkuat kewenangan lembaga DPD yang diusungnya adalah tidak dengan mengamandemen konstitusi untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Karena semangat politik yang serampangan itu akan berkonsekuensi pada pembubaran lembaga DPD dan lembaga negara lainnya yang dibentuk pasca amandemen UUD 1945.

"Sangat jelas bahwa motivasi politik kami adalah agar kewenangan lembaga ini menjadi kuat, dan itu akan menjadi prioritas kami saat diamanahkan menjadi pimpinan DPD RI. Harus kita akui peran dan kewenangan lembaga legislatif ini masih terbilang sangat terbatas dan masih kurang dirasakan dampaknya oleh masyarakat di daerah," tegas mantan aktivis KNPI dan Hipmi itu.

Ketika ditanya soal ketidakhadiran salah satu calon pimpinan, Sultan menjelaskan bahwa pihaknya sudah memiliki banyak calon wakil ketua dari wilayah Timur Satu (Kalimantan dan Sulawesi). Semuanya sedang berproses, dan figur-figur terbaik di wilayah Timur Satu untuk berembug dan kemudian mengusulkan satu nama yang ideal kepada kami.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral