news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fakta-Fakta Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Tertawa saat Diinterogasi Polisi.
Sumber :
  • tim tvOne

Fakta-Fakta Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Polisi Temukan Keanehan

Belakangan ini, kasus ibu bunuh anak di Bekasi, begitu menyita perhatian. Pasalnya, ada beberapa keanehan dalam kasus pembunuhan bocah berusia 5 tahun tersebut.
Sabtu, 9 Maret 2024 - 05:45 WIB
Reporter:
Editor :

Meski demikian, polisi, kata Wira, akan mendalami kondisi kejiwaan pelaku.

- Usai Membunuh Anak, Sang Ibu Tertawa

Ironinya, usai membunuh anak kandungnya, lalu SNF diperiksa atau diinterogasi polisi. Mirisnya, saat diperiksa, ia malah tertawa, sehingga polisi menduga sang ibu kandung terindikasi mengalami gangguan jiwa saat habisi nyawa balita yang merupakan anaknya AAMS (5).

Hal itu dikatakan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra. Bahkan dia jelaskan, “Kondisi yang bersangkutan  masih stabil, dan mohon maaf tadi pada saat diambil keterangan sedikit tertawa.”

Oleh sebab itu, untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, Polres Metro Bekasi Kota, kata dia, akan menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor).

“Tentunya nanti kita akan berkoordinasi dengan Apsifor maupun pemeriksaan psikologi terhadap terduga pelaku,” imbuhnya.

- Didiagnosa Alami Skizofrenia

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, SNF (26) seorang ibu kandung yang membunuh anaknya AAMS (5) secara sadis didiagnosa alami gangguan kejiwaan skizofrenia atau gangguan emosi, delusi, halusinasi, pikiran terorganisir dan gangguan persepsi.

Lanjutnya jelaskan,  temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan dari tim psikolog yang melibatkan Komisi Perlidungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi dan Dinas Perlidungan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Hasil dari pemeriksaan terhadap pelaku, ini akibat dari adanya kalau dari hasil psikologi, pelaku ini terindikasi skizofrenia yang dialami pelaku yaitu dapat dijelaskan ada gangguan emosi, delusi, halusinasi, pikiran terorganisir dan gangguan persepsi,” terangnya.

Menurut Firdaus, gangguan kejiwaan itu membuat SNF berhalusinasi sehingga tega membunuh buah hatinya sendiri. 

Keanehan psikologi yang dialami oleh tersangka, kata Firdaus, sudah terjadi sejak 2 bulan terakhir. Hal itu diketuhui oleh suami tersangka yang merasakan perbedaan prilaku tersangka. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap suami tersangka itu mengetahui ada keanehan lebih kurang dua bulan terakhir, nah keanehan ini yang diduga suaminya ini faktor terjadinya kejadian ini,” ungkapnya.

Keanehan yang dimaksud, lanjut Firdaus, mengandung unsur SARA. Sehingga dia tidak menjelaskannya secara detail pada kesempatan tersebut.

“Ya keaneahan yang dimaksud itu halusinasi jadi kalau saya jelaskan apa kata-katanya ini ada mengandung SARA. Jadi mohon maaf tidak bisa saya sebutkan di dalam rilis,” ujarnya. (aag)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:00
16:47
09:09
04:22
01:14
00:56

Viral