- X @amyinbattle
Curhatan Lengkap Wanita Korea Korban Pelakor Diduga Pedangdut Indonesia hingga Berujung Perebutan Bayi
Sore harinya saya meminta untuk membawa kembali bayi saya karena saya perlu menyusuinya tetapi dia tidak pernah menjawab sampai sekitar jam 6 sore dia muncul di apartemen bersama mertua saya dan pengacara perusahaannya (orang Indonesia) memecat PA yang membantu saya menuduh saya bahwa saya memerintahkan PA-nya untuk melakukan dan melakukan ilmu hitam untuk membunuh selingkuhannya dan mengorbankan bayi saya yang berumur 3 bulan. Menuduh PA-nya adalah seorang penyihir. Ternyata seluruh keluarga berencana menipuku agar mengambil bayiku.
Dia mengusirku dari apartemen dan mengambil bayiku yang masih menyusui, yang sejak awal dia ragukan.
Saya tidak tahu di mana anak-anak saya dan bagaimana kondisinya. Dia tidak lagi menyekolahkan semua anak saya dan memblokir saya dari telepon anak saya.
Ketika saya bertanya kepada suami saya tentang anak-anak saya, dia tidak pernah memberitahu saya.
Sampai tanggal 1 Maret 2024, saya pergi ke rumah sakit dimana suami saya dan selingkuhannya membawa bayi saya dan anak nomor 1 saya untuk mendapatkan vaksinasi yang seharusnya dilakukan pada tanggal 12 Februari 2024 (saya sudah mengingatkannya 5 hari dan juga sehari sebelum hari vaksinasi dan dia tidak pernah menjawab).
Saya melihat dia dan selingkuhannya menggendong bayi saya dan segera mendatanginya untuk mengambil bayi saya tetapi suami saya menghentikan saya.
Selingkuhannya menolak memberikan bayi saya dan mencoba melarikan diri bersama bayi saya. Suami saya menolak pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah ini.
Tidak mengizinkan saya menyusui bayi saya di rumah sakit karena kami sudah berada di rumah sakit selama hampir 7 jam.
Polisi di dekat rumah sakit datang dan tidak bisa berbuat banyak. Pengacara, manajemen rumah sakit dan polisi mencoba meyakinkan dia untuk membicarakannya atau setidaknya membiarkan saya memberi makan bayi saya, tapi dia menolak semuanya.
Setelah 7 jam dan banyak orang mencoba meyakinkannya, saya hanya bisa melihat bayi saya. Dia menggendong bayiku dengan meja di antara kami dan hanya memberiku waktu 5 menit untuk melihat bayiku sendiri.