- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Mantan Ajudan Beberkan Kisah Prabowo Dihujani Tembakan Musuh Saat Ladeni Tantangan Duel di Hutan Malam Hari: Dia Paling Depan
"Tapi beliau ingin di depan. Nah saya sebagai ajudan kan mengatakan jangan pak, saya yang di depan. Tapi beliau tetap ngotot, tidak saya harus di depan. Jadi beliau nyebrang duluan, saya malah jadi kayak komandan gitu, saya mendampingi beliau jadi terbalik-balik," jelasnya.
Mereka pun akhirnya sampai di titik terjadinya tembak-menembak itu yang berada di sekitar Gunung Haidato.
"Malam harinya, beliau menemukan ada sebuah kertas tulisan dibungkus kantong Supermi, dan di situ dituliskan, Prabowo kalau kamu berani satu lawan satu," bebernya.
Ia pun lantas meladeni tantangan tersebut untuk duel di tengah hutan.
"Prabowo bukan ciut, dia perintahkan pasukannya dan kita bergerak masuk ke hutan malam hari. Saya sampaikan sama beliau, pak ini sudah malam pak, kita tidak bisa melihat kanan kiri, tapi Pak Prabowo tetap ladenin satu lawan satu," ceritanya.
Meskipun diminta mundur olehnya, Prabowo enggan untuk mundur saat bertemu lawan.
"Tidak apa-apa Gus, saya berani lakukan itu kalau memang itu permintaan dia. Saya sebagai ajudan mengatakan jangan pak, kita selesaikan besok saja," kenang Agus.
Prabowo pun dihujani tembakan oleh musuh setelah sampai di lokasi yang diminta lawan.
"Pak Prabowo nembak juga, dia paling depan, malam hari. Saya bilang, pak hentikan pak, kita lebih baik evakuasi teman-teman kita yang terluka," ucap Agus.
Setelah itu Prabowo pun lantas mundur dan meminta anak buahnya untuk mengevakuasi prajurit yang terluka.