- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Arya Sadhana Soroti Prabowo Soal Sektor Kesehatan: Indonesia Harus Cetak Dokter Baru
Secara lebih rinci, Puskesmas yang memiliki layanan rawat inap tercatat sebanyak 4.238 unit.
Sedangkan, Puskesmas yang tidak punya rawat inap sebanyak 6.178 unit.
Namun sayangnya, data lain menunjukkan bahwa jumlah desa di Indonesia mencapai 75.265 yang tersebar di 36 provinsi.
Artinya, hanya sekitar 13,77 persen dari jumlah desa yang sudah memiliki Puskesmas, masih jauh dari target untuk satu desa memiliki satu Puskesmas.
"Itulah kenapa fasilitas kesehatan yang terjangkau dan berkualitas harus segera diwujudkan dan hanya satu orang calon presiden yang mampu mewujudkannya," bebernya.
Tak hanya itu, saat ini anggaran kesehatan Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp187,5 triliun, meningkat 8,7 perden atau Rp15,0 triliun.
Hal tersebut dibandingkan outlook anggaran kesehatan 2023 yang digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Menurut Arya Sadhana, penting meningkatkan anggaran tersebut demi mewujudkan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia.
"Visi misi calon presiden terpercaya sudah dipahami oleh masyarakat. Sebab hanya calon presiden inilah yang memiliki banyak program unggulan dan berani meneruskan program bermanfaat yang sudah diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo."
"Karenanya, amanah memajukan bangsa dan negara Indonesia kita serahkan kepada calon presiden ini," tutup Arya.
Diketahui, Prabowo-Gibran mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat.
Hal tersebut diketahui dalam berbagai lembaga survey, salah satunua Lembaga Survei Nasional (LSN) yang merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres 2024 pada 10 Februari 2024.
Survei yang dilakukan LSN pada 4-9 Februari 2024 di 38 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel 1.200 responden menghasilkan data bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul jauh dengan 51,9 persen.
Angka tersebut ada di atas hasil dari Anies Baswedan-Muhaimin (24,3 persen), Ganjar Pranowo-Mahfud Md (18,7 persen), dan pemilih yang belum menentukan pilihan (5,1 persen).