- Kolase tvOnenews.com / Julio Trisaputra / tim tvOne
Rocky Gerung Komentari Gibran Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Mewanti-wanti Dendam Megawati vs Jokowi ..
"Nggak Jokowi itu memasang Gibran dan tahu Gibran itu ada liability bagi Prabowo dan pengetahuan itu dianggap perang biasa, pasti pak Jokowi akan kerahkan seluruh kemampuan dia untuk bertempur dengan Megawati," tambahnya.
Demikian juga bagi Megawati sebaliknya, Rocky mengatakan kalau Megawati terhina lantaran Gibran yang merupakan kadernya, malah jadi Cawapres Prabowo.
"Mustinya bilang mundur tapi di hari-hari terakhir baru pamit dari PDIP setelah ada kepastian dia mau jadi Cawapresnya Prabowo," terangnya.
"Jadi Gibran sangat oportunis karena meminta mundur setelah dia jadi Cawapres Gerindra, Cawapres Golkar bahkan untuk dipasangkan dengan Prabowo," tuturnya.
Kemudian Akademisi yang juga merupakan filsuf ini menuturkan bahwa pertarungan Pilpres ini lebih kepada alat versus alat, tak ada lagi adu ide dan gagasan.
Dia pun menjelaskan maksud dari Vendetta dendam versus dendam dengan menganalogikan sebagai mafia.
"Cuman antara mafia kan, dan biasanya mafia itu juga awalnya satu keluarga kemudian berpisah itu, karena mainannya beda-beda, lalu perang antar geng," tuturnya.
"Perang antar geng sebetulnya, geng Istana dan geng teuku umur (kediaman Megawati), dan kita menyaksikan itu sebagai satu peradaban politik yang busuk atau memburuk minimal," imbuhnya. (ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini