- Istimewa
Merah Putih Kaltim Berdaulat dan Pemimpin yang Dirindukan
Berdasarkan PP No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, seharusnya tenaga honor sudah dilakukan penghapusan pada tahun 2023.
“Mengapa harus penghapusan, jika pemerintah belum bisa menyiapkan lapangan kerja di luar itu? Tentu ini akan menjadi masalah sosial yang lebih sulit bagi pemerintah di masa mendatang,” kata Gubernur Isran Noor saat rapat bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, awal tahun lalu.
Pemerintah pusat pun akhirnya urung menghapus tenaga honor, sambil mencari opsi terbaik bagi masa depan para tenaga honor yang di Kaltim jumlahnya mencapai 54.365 orang dan di Indonesia sekitar 2,4 juta orang.
Saat kunjungan ke wilayah utara beberapa pekan lalu, Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi mendapat sambutan hangat para pelajar dan masyarakat.
Mereka sangat berharap keduanya bisa melanjutkan pembangunan Kaltim untuk periode selanjutnya. Suara-suara nitizen di media sosial Pemprov Kaltim pun senada.
“Tidak pernah kami kedatangan gubernur dan wakil gubernur di waktu dan acara yang sama. Kami juga sulit menemukan pemimpin yang hingga akhir masa jabatan masih selalu tampil bersama. Ini pelajaran sangat penting dan berharga bagi kami,” ujar Wali Kota Bontang Basri Rase, saat itu.
Hal baik yang selalu dicontohkan Gubernur Isran Noor adalah tidak memanfaatkan momen jabatannya untuk berkampanye bagi dirinya sendiri.
“Yang pasti, kami masih banyak kekurangan. Semoga Gubernur Kaltim berikutnya akan lebih baik. Saya akan lanjut, lanjut ke Talisayan setelah dari sini (Desa Kadungan Jaya, Kutai Timur),” ucap Gubernur Isran Noor disambut senyum riuh warga.
Sungguh pemimpin yang selalu bisa menghibur dan akan sangat dirindukan.(*)