- Tim tvOne/Nuryanto
Keraton Yogyakarta Gelar Tradisi Garebeg Besar Hari Raya Iduladha 1444 H
“Keterlibatan ini merupakan sebuah pengingat bahwasanya prajurit Nyutra dulunya beranggotakan para penari Keraton yang mengawal Sultan dengan menari tayungan selama prosesi,” tutup Kanjeng Noto, Rabu (28/06).
Seperti pelaksanaan Garebeg pada umumnya, terdapat lima jenis gunungan yang dibagikan. Kelima jenis itu adalah Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan. Gunungan tersebut akan dikeluarkan secara berurutan dari Keraton sesuai dengan urutan tersebut di atas.
Gunungan Kakung, peruntukannya masing-masing untuk Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sementara yang lainnya masing-masing berjumlah satu buah dan ikut dirayah di Masjid Gedhe, bersama dengan satu Gunungan Kakung.
Usai didoakan warga pun langsung bergerak mendekat Gunungan untuk mendapatkan gunungan tersebut.
"Saya seneng sekali dapat ini mas. Soale tadi berdesakan. Saya datang dari Bantul," jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Warti, warga Gamping Sleman yang mengaku sejak pagi telah datang ke lokasi halaman Masjid Gede Kauman.
"Saya.dari pagi,.jam 9an. Alhamdulillah masih dapat ini, nanti buat di rumah aja," jelasnya.
Sementara Venti, warga yang rumahnya tak jauh dari Masjid Gedhe Kauman juga harus berdesak-desakan untuk.memperoleh beberapa hasil bumi dari Gunungan.
"Saya bisa masuk aja, ya tadi tetap berdesakan mas. Ini nanti buat dimasak aja. Alhamdulillah. Rumah saya deket cuma belakang masjid," jelas Venti.
Garebeg yang dilakukan di Keraton adalah Hajad Dalem, sebuah upacara budaya yang
diselenggarakan oleh Keraton dalam rangka memperingati hari besar agama Islam yakni Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam pendapat lain dikatakan bahwa Garebeg atau yang umumnya disebut “Grebeg” berasal dari kata “gumrebeg”, mengacu kepada deru angin atau keramaian yang ditimbulkan pada saat berlangsungnya upacara tersebut. Sementara gunungan merupakan perwujudan kemakmuran Keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya.
Jadi makna Garebeg Besar secara singkatnya adalah perwujudan rasa syukur (mangayubagya) akan datangnya Iduladha, yang diwujudkan dengan memberikan rezeki pada masyarakat melalui ubarampe gunungan yang berupa hasil bumi dari tanah Mataram. (nur/mii)