news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Frank Hoogerbeets seorang ahli seismik asal Belanda meramalkan Indonesia bakal dilanda gempa besar.
Sumber :
  • Tangkapan Layar TikTok @rohimat.vlog

Sukses Prediksi Gempa Turki, Frank Hoogerbeets Kini Ramal Sulawesi Bakal Diguncang Gempa Besar, Begini Katanya

Frank Hoogerbeets seorang ahli seismik asal Belanda kembali membuat ramalannya terkait gempa besar, kali ini di Sulawesi, Halmahera, bahkan mungkin Laut Banda.
Jumat, 3 Maret 2023 - 04:31 WIB
Reporter:
Editor :

Simak 5 Fakta Frank Hoogerbeets, Orang yang Memprediksikan Gempa Turki 3 Hari Sebelum Kejadian, berikut ini:

1. Tidak Memiliki Gelar Sains

Frank Hoogerbeets tidak memiliki gelar sains, ia menyebut dirinya sebagai seorang penggila sains, dikutip dari pernyataanya kepada FOX40 tahun 2015 silam.

Ia juga pernah membuat prediksi tentang gempa bumi besar di California yang ternyata tidak menjadi kenyataan.

2. Seorang Peneliti (Solar System Geometry Survey) SSGEOS 

Frank Hoogerbeets adalah seorang peneliti yang tinggal di Belanda. Ia mengelola lembaga Solar System Geometry Survey atau SSGEOS.

Lembaga ini adalah sebuah lembaga penelitian tempatnya bekerja. SSGEOS bertugas memantau geometri antar benda langit terkait aktivitas seismik.

Dikutip dari laman resmi SSGEOS, lembaga ini hanya fokus terhadap potensi gempa dengan kekuatan di atas skala 6 magnitudo dan atau yang lebih besar. 

3. Seorang Peramal Gempa

Dikutip dari Tech Times, Hoogerbeets memproklamirkan diri sebagai peramal gempa atau quake mystic. 

Berbeda hal dengan statement tersebut, media Inggris, Express, menyebut dirinya adalah seorang prediktor gempa gadungan. 

Hal ini dikarenakan ia disebut menggunakan cara yang tidak diakui secara ilmiah dalam memprediksi gempa bumi.

Sejumlah ramalan terdahulunya tentang kemungkinan adanya gempa bumi juga banyak yang meleset atau tidak terbukti sama sekali.

4. Cenayang Roh dan Crop Circle

Hoogerbeets juga mengakui bahwa dirinya mengandalkan petunjuk dari roh dan formasi crop circle untuk meramal kapan persisnya gempa bumi yang terjadi selanjutnya.

Sedangkan Crop circle adalah munculnya sebuah pola simetris pada hamparan lahan yang luas atau padang.

Pola ini kerap terjadi di padang rumput atau persawahan. Pola ini juga kerap dianggap sebagai jejak keberadaan sosok alien atau unidentified flying object (UFO).

Uniknya, Frank Hoogerbeets juga mengatasnamakan diri sebagai seorang peneliti dari Solar System Geometry Survey (SSGEOS) atau Lembaga Survei Geometri Tata Surya.

SSGEOS bertugas memantau geometri benda langit, dalam hal ini yang berkaitan dengan aktivitas gempa bumi atau seismik.

Sederhananya, teori Frank Hoogerbeets menjelaskan bahwa perubahan tata letak benda langit memiliki kaitan erat dengan terjadinya gempa di planet Bumi. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral