news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden AS, Donald Trump memohon doa kepada para pendeta.
Sumber :
  • X/@Scavino47

Trump Ngamuk NATO Tak Mau Bantu Hadapi Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap NATO di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Ia menilai aliansi tersebut tidak men-..
Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap NATO di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Ia menilai aliansi tersebut tidak menunjukkan dukungan yang cukup dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump bahkan menyebut NATO tidak memiliki kekuatan berarti tanpa keterlibatan Amerika Serikat.

"Tanpa AS, NATO adalah macan kertas," tulis Donald Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Sumber :
  • ANTARA

Konflik di kawasan tersebut bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menyuplai sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia.

Penutupan jalur ini berdampak besar terhadap pasar global, memicu lonjakan harga minyak serta menyebabkan krisis kemanusiaan dengan ribuan korban jiwa dan jutaan pengungsi.

Kritik Trump muncul karena negara-negara sekutu dinilai enggan terlibat langsung dalam upaya militer untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menilai sikap tersebut tidak sejalan dengan keluhan mereka terkait lonjakan harga energi.

"Sekarang setelah pertempuran itu menang secara militer, dengan risiko yang sangat kecil bagi mereka, mereka justru mengeluh tentang tingginya harga minyak yang harus mereka bayar," tulisnya.

Trump juga menegaskan bahwa membuka kembali Selat Hormuz merupakan langkah militer yang relatif mudah dan penting untuk menstabilkan harga minyak dunia.

"Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil. Pengecut, dan kami akan selalu mengingatnya," cibirnya.

Di sisi lain, sejumlah negara seperti Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Belanda, Jepang, dan Kanada telah menyatakan komitmen untuk mendukung keamanan jalur pelayaran tersebut.

Namun, dukungan itu bersifat bersyarat. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan bahwa keterlibatan negaranya baru akan dilakukan jika situasi konflik telah mereda.

Hal senada disampaikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menekankan pentingnya deeskalasi dan penegakan hukum internasional.

"Saya belum mendengar siapa pun di sini yang menyatakan kesediaan untuk masuk ke dalam konflik ini, justru sebaliknya," ujar Macron usai pertemuan Uni Eropa di Brussels.

Perbedaan sikap ini menunjukkan adanya ketegangan dalam hubungan transatlantik, terutama terkait pendekatan terhadap konflik berskala global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral