- Istimewa
Muslimah Preneur Disebut Jadi Kekuatan Baru Ekonomi
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia, Ingrid Kansil, menilai kemunculan muslimah preneur menjadi salah satu kekuatan baru dalam mendorong ekonomi nasional.
Pandangan itu disampaikan dalam ajang Duta Muslimah Preneur (DMP) IPeMI 2026 yang digelar di Ballroom Discovery Ancol, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus IPeMI serta perwakilan pemerintah, termasuk Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu.
Dalam sambutannya, Ingrid menilai para finalis sebagai representasi perempuan muda yang memiliki potensi di berbagai bidang. “Mereka bukan hanya cantik, tetapi juga memiliki kecerdasan, keberanian, kreativitas, dan inovasi yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menegaskan, ajang ini tidak semata kompetisi, melainkan wadah untuk mendorong lahirnya kolaborasi dan gagasan baru di sektor ekonomi umat. Menurutnya, peran perempuan kini semakin strategis dalam pembangunan.
“Muslimah preneur adalah wajah baru dari kekuatan ekonomi bangsa. Mereka mampu memadukan nilai ke-Islaman dengan semangat kewirausahaan,” kata Ingrid.
Ia juga menilai, keterlibatan perempuan dalam kewirausahaan menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Karena itu, IPeMI disebut akan terus mendorong pemberdayaan perempuan agar mampu berkembang dan berkontribusi.
Selain itu, Ingrid berharap program DMP dapat sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kreatif, khususnya dalam mendukung pelaku usaha perempuan. Ia juga menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah berpotensi memperluas dampak program tersebut.
“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan figur inspiratif, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan perempuan yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan jumlah wirausaha, khususnya dari kalangan generasi muda. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat tekad bahwa muslimah Indonesia mampu menjadi pemimpin, pencipta lapangan kerja, serta agen perubahan,” kata Ingrid.
Dalam ajang tersebut, panitia menetapkan sejumlah kategori penghargaan bagi peserta, mulai dari kategori favorit, kreatif, dakwah, hingga digital dan sosial media. Selain itu, dewan juri diisi oleh sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan pemerintah.