- Istimewa
Jelang Muktamar NU, Tokoh Nahdliyin Ingatkan Soal Ini
“Sudah saatnya kita bilang cukup pada pengurus yang haus kekuasaan. NU bukan batu loncatan politik. Kalau mau berpolitik, silakan di partai, jangan bawa-bawa NU,” ujarnya tegas.
Ia juga mendorong agar muktamar mengembalikan fokus pada penguatan ekosistem intelektual, mulai dari pesantren, bahtsul masail, hingga pengembangan pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
Gus Lilur menegaskan bahwa muktamar kali ini adalah ujian sejarah bagi NU.
Ia berharap para kiai dan ulama dapat mengambil keputusan yang berpihak pada masa depan jam’iyah bukan kepentingan jangka pendek.
“Ini bukan soal hari ini saja, ini soal masa depan NU dan umat. Kita mau kembali ke jalan ulama, atau terus terseret arus kekuasaan. Itu yang sedang dipertaruhkan,” pungkasnya.(raa)