- Willem II
Pesaing Berat Calvin Verdonk, Bek Keturunan Semarang yang Disahkan FIFA Ini Bersinar di Belanda dan Siap Rebut Pos Bek Kiri Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com – Nama bek keturunan Semarang ini kian mencuri perhatian di Liga Belanda. Penampilannya yang konsisten membuka peluang untuk menggeser posisi Calvin Verdonk di skuad utama Timnas Indonesia.
Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia bersiap menghadapi ujian perdana di ajang FIFA Series pada Maret mendatang. Turnamen persahabatan resmi itu menjadi panggung awal bagi skuad Garuda untuk menunjukkan wajah baru di bawah komando pelatih anyar.
Herdman secara terbuka menyatakan keinginannya memperbanyak pemain yang merumput di Eropa. Ia menilai pengalaman bermain di kompetisi elite menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sekaligus mental bertanding tim saat menghadapi lawan dari level yang lebih tinggi.
“Untuk bisa bersaing di panggung dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua, pemain yang bermain di lima liga top dunia,” ujar Herdman seusai jumpa pers perdananya di Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan taktik serta pengalaman menghadapi intensitas sepak bola internasional.
Saat ini, wajah Timnas Indonesia memang dipenuhi talenta diaspora yang berkiprah di berbagai liga Eropa. Dari sekian banyak nama, satu sosok yang tampil menonjol di sektor kiri pertahanan adalah Nathan Tjoe-A-On.
Selama ini, posisi bek kiri hampir selalu menjadi milik Verdonk sejak debutnya pada 11 Juni 2024. Namun performa Nathan bersama Willem II membuat persaingan di sektor tersebut semakin terbuka.
Pemain berusia 24 tahun itu resmi menjadi WNI dan disahkan FIFA pada 11 Maret 2024. Sejak bergabung dengan Willem II, ia langsung menjadi bagian penting tim dengan torehan 26 penampilan, satu gol, dan satu assist di semua ajang.
- instagram.com/willemii/
Mengacu pada catatan statistiknya, Nathan telah mengoleksi total 2.063 menit bermain yang menegaskan daya tahan fisiknya di kerasnya kompetisi Eropa. Dalam rentang waktu tersebut, ia menunjukkan ketangguhan saat berduel dengan persentase kemenangan mencapai 53,1 persen dari 110 duel yang dijalaninya.
Visi bermain Nathan juga menonjol lewat torehan 698 operan sukses dengan tingkat akurasi mencapai 83 persen. Ketajamannya membantu serangan terlihat dari 20 peluang yang ia ciptakan, termasuk dua kesempatan emas yang nyaris berbuah gol bagi rekan setimnya.