news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi 2.
Sumber :
  • Istimewa

21 Investor Eropa Jajaki Pengembangan Industri Kakao di Papua

Membahas peluang industri.
Rabu, 18 Februari 2026 - 03:11 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memfasilitasi pertemuan antara 21 investor asal Eropa dan pemerintah daerah dari tiga kabupaten penghasil kakao di Papua, yakni Kepulauan Yapen, Jayapura, dan Manokwari Selatan.

Forum yang berlangsung di Jakarta tersebut membahas peluang pengembangan industri kakao Papua, termasuk agenda hilirisasi dan potensi ekspor ke pasar internasional. Kemendagri diwakili Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD, Sumule Tumbo.

Sejumlah perwakilan kedutaan besar negara Eropa turut hadir dalam pertemuan itu. Kehadiran mereka dinilai mencerminkan minat terhadap komoditas kakao berkelanjutan, seiring meningkatnya perhatian global pada aspek rantai pasok dan nilai tambah produk pertanian.

Billy Mambrasar menekankan bahwa penguatan sektor kakao membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, langkah konkret diperlukan agar pengembangan komoditas unggulan Papua berjalan lebih sistematis.

“Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif tidak dapat dipisahkan. Untuk mendorong Papua Produktif, diperlukan inisiatif nyata yang mempertemukan pelaku usaha dan pemerintah daerah,” ujar Billy.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas pihak berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.

Sumule Tumbo menegaskan dukungan Kemendagri terhadap penguatan ekonomi Papua dalam kerangka Otonomi Khusus. Kakao, kata dia, merupakan komoditas strategis yang memiliki prospek nilai tambah.

“Pemerintah pusat berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Kakao memiliki potensi ekonomi yang signifikan jika dikelola secara terintegrasi,” kata Sumule.

Dari pihak pemerintah daerah, Wakil Bupati Kepulauan Yapen menyebut kakao telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal, meski pengembangannya belum konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Kakao sudah dikenal di Yapen sejak lama. Saat ini terdapat lebih dari dua ribu petani kakao. Pengembangan kembali sektor ini diharapkan memberi kepastian pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Impact Director ADM Capital, Fitrian Adriansyah, menilai ketiga kabupaten memiliki peluang untuk dikembangkan dalam satu ekosistem kakao terpadu.

“Wilayah-wilayah tersebut berpotensi membentuk rantai nilai bersama, bahkan memungkinkan sebagai pusat perdagangan kakao regional,” kata Fitrian. Ia menekankan pentingnya penentuan peran masing-masing daerah dalam rantai produksi dan pengolahan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral