news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Radar Bursa Capres 2029.
Sumber :
  • Istimewa

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Radar Bakal Kandidat Pilpres 2029

Sejumlah nama mulai diperhitungkan menjadi bakal kandidat calon presiden dalam perhelatan Pilpres 2029.
Senin, 9 Februari 2026 - 23:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah nama mulai diperhitungkan menjadi bakal kandidat calon presiden dalam perhelatan Pilpres 2029.

Santer disebutkan dua nama ini terbilang menjadi kandidat bakal capres 2029 yakni Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa hingga sejumlah Gubernur.

Merespons perbincangan di publik, lembaga survei Indonesian Public Institute (IPI) merilis hasil sejumlah nama yang kuat digadang-gadang menjadi kandidat bakal capres pada 2029.

"Berdasarkan hasil survei terbaru kami, sejumlah wajah-wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029 seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa," kata Peneliti IPI, Abdan Sakura dalam rilis hasil survei bertajuk 'Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029' di Semanggi, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Abdan menjelaskan munculnya wajah-wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor mempengaruhi elektabilitas mereka seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi-misi dan program kerja. 

Abdan mencontohkan 4 indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin meliputi kepemimpinan dan ketokohannya berkisar diangka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen serta integritas 10 persen.

"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafri Syamsuddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral. Celah inilah yang membuka ruang bagi dinamika politik baru terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya 'pemain utama. Sementara itu, rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan bahwa popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual," katanya.

Kendati demikian, Abdan mengakui jika elektabilitas tertinggi masih dikantongi Presiden RI, Prabowo Subianto dengan kisaran 22,3 persen.

Sementara, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka berada pada peringkat kedua dengan elektabilitas 12,2 persen serta Ganjar Pranowo diangka 9 persen.

"Nama-nama besar masih mendominasi persepsi publik, seperti Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan menempati posisi teratas baik dalam penilaian kelayakan maupun elektabilitas, menunjukkan kuatnya pengaruh kekuasaan, kontinuitas elite, dan eksposur media dalam imajinasi pemilih," kata Abdan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
04:15
01:40
02:00
03:00
05:29

Viral