- Antara
PosIND Mengantar Denyut Inacraft PosAja! dan Jalan UMKM Menuju Pasar Nasional–Global
“Kami boleh mengklaim memiliki jaringan paling luas di Indonesia. Pos Indonesia punya lebih dari 11.500 titik layanan dengan 4.000 loket pos, sekitar 3.000 Agenpos, dan ± 3.000 Drop Point. Ketika bicara UMKM, PosAja! paling kuat untuk bisa men-support mereka,” katanya.
- Antara
Secara nasional, biaya logistik masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak pelaku UMKM mengaku kesulitan menembus pasar karena ongkos kirim dan kerumitan prosedur ekspor. Helly mengakui persoalan itu.
“Tidak semua paham cara kirim ke luar negeri, mana barang berbahaya, mana yang harus karantina. Tim kami mengawal sampai barang tiba. Beda negara beda treatment,” jelasnya.
Helly menekankan bahwa peran Pos Indonesia telah bergeser. Bukan lagi sekadar mengantar paket, tetapi menjadi mitra pertumbuhan. Ia menyebut banyak pelaku UMKM belum memahami peta besar ekspor: barang yang masuk kategori dangerous goods, kebutuhan karantina, hingga perbedaan regulasi tiap negara.
“Kami punya tim yang mengawal sampai barang benar-benar tiba. Beda negara beda treatment, mana yang lewat udara, laut, atau darat. Seller dan customer tidak perlu pusing, kami yang bantu memikirkan itu,” tuturnya.
Dalam pandangannya, logistik harus berubah menjadi ekosistem. Pos Indonesia kini menyiapkan platform PosAja UMKM agar pelaku usaha bisa membuka storefront daring, terhubung dengan sistem kirim, hingga layanan warehousing.
“Harapan kami, PosAja! tidak hanya dikenal sebagai produk pengiriman, tapi sebagai partner tumbuh bersama. Kami ingin membantu A sampai Z supaya UMKM jadi besar, tumbuh bareng, grow together,” ujar Helly.
Visi itu diterjemahkan menjadi layanan nyata di JICC. Pengunjung menikmati diskon pengiriman hingga 10 persen, potongan tarif kargo, dan layanan same day Jabodetabek. Enam booth satelit dan satu booth utama menjadi titik temu penjual–pembeli.(chm)