- Ist
Banjir Besar di Aceh Lumpuhkan Banyak Masjid, Gotong Royong Pemulihan Fasilitas Ibadah Dipercepat
Jakarta, tvOnenews.com - Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan fungsi masjid dan musala sebagai pusat ibadah masyarakat.
Sejumlah masjid terendam banjir bercampur lumpur hingga ketinggian 4-7 meter, membuat aktivitas ibadah terhenti cukup lama.
Merespons kondisi tersebut, BSI bersama BSI Maslahat menjalankan Program Bersih-Bersih Masjid untuk memulihkan fungsi rumah ibadah yang terdampak bencana. Program ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa titik di Aceh Tamiang.
Perlengkapan ibadah seperti karpet, mukena, sarung, hingga sound system dilaporkan rusak parah, bahkan hanyut terbawa arus banjir.
Akibatnya, masyarakat kehilangan sarana ibadah dan tidak dapat menjalankan kegiatan keagamaan secara normal.
Program pembersihan dimulai di Masjid Nurul Hikmah pada 29 Desember 2025, dilanjutkan Masjid Istiqomah Rantau pada 30 Desember 2025, Mushola Pasar Pagi pada 2 Januari 2026, dan Masjid Muhajirin pada 3 Januari 2026.
Secara keseluruhan, BSI Maslahat telah membersihkan sembilan masjid di wilayah Aceh.
Di setiap lokasi, relawan BSI Maslahat bersama warga setempat bergotong royong membersihkan lumpur, memperbaiki fasilitas, serta menata kembali ruang ibadah agar dapat digunakan kembali oleh jamaah.
Salah satu masjid yang terdampak paling parah adalah Masjid Nurul Hikmah di Desa Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Masjid tersebut sempat terendam banjir hingga setinggi 2,5 meter. Lumpur menutupi lantai, dinding, dan mimbar, sementara seluruh perlengkapan ibadah hilang atau rusak. Selama lebih dari satu bulan, masjid itu tidak digunakan.
Tidak terdengar azan maupun aktivitas ibadah. Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi warga setempat yang selama ini menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial.
Situasi berubah saat relawan BSI dan BSI Maslahat hadir membersihkan masjid dan mengganti perlengkapan ibadah, termasuk pemasangan sound system baru.
Pada 29 Desember 2025, azan kembali berkumandang dari Masjid Nurul Hikmah untuk pertama kalinya setelah bencana.
Syahrizal, salah satu pengurus DKM Masjid Nurul Hikmah, mengungkapkan rasa haru atas kembalinya aktivitas ibadah di masjid tersebut.
“Mereka rindu azan. Sudah lebih dari satu bulan setelah bencana banjir, suara azan tidak terdengar. Kini, setelah masjid dibersihkan dan sound system terpasang, kami bisa kembali merasakan kebersamaan dalam salat berjamaah,” ujarnya.