- Poppy Anasari
Blak-blakan, Anak dan Cucu DI Pandjaitan dan DN Aidit Cerita soal G30S PKI dari Sudut Pandang Masing-masing
Malam itu, rumahnya di Kebayoran Baru diterobos pasukan bersenjata. Ia menyaksikan ayahnya meminta waktu berdoa sebelum akhirnya dieksekusi.
“Darah kental itu kami lihat sendiri. Saya delapan tahun, nggak ngerti kenapa ayah saya dibunuh. Rusak jiwa saya,” tuturnya.
Meski trauma itu menghantui bertahun-tahun, Riri mengaku mendapat pemulihan melalui imannya. Ia belajar memberi pengampunan, meski tetap menolak ideologi komunisme.
Kisah Murad Aidit dan Cucu yang Marah pada Negara
- ist
Di sisi lain, kisah berbeda datang dari keluarga Aidit. Fico Fachriza, cucu Murad Aidit, pertama kali mengetahui soal peristiwa 1965 di sekolah dasar.
Ia bingung saat melihat kakeknya kerap difoto bersama Sukarno dan Mohammad Hatta, tapi kemudian namanya dikaitkan dengan PKI.
“Pas masuk bab PKI, kayaknya jahat banget PKI bunuh-bunuh jenderal. Saya tanya ke guru, kok bisa partai punya senjata buat bunuh jenderal? Gurunya nggak bisa jawab,” ucap Fico.
Rasa penasaran itu ia teruskan kepada ibunya, Poppy Anasari, putri Murad Aidit. Sang ibu menyarankan agar ia langsung bertanya kepada kakeknya. Dari Murad, Fico mendengar cerita yang jauh berbeda dari buku pelajaran.
Murad, menurutnya, tidak aktif berpolitik. Ia hanya aktif di komunitas seni, kemungkinan Lekra. Saat pulang dari Rusia, tempatnya menimba ilmu dengan biaya DN Aidit ia ditangkap begitu mendarat di Jakarta. Ia ditahan bertahun-tahun tanpa diadili.
“Kakek saya nggak salah, diadilin juga nggak. Cuma main ditahan-tahan aja. Pas terbukti nggak bersalah, nggak ada ganti rugi. Saya kesal sama negara,” ungkap Fico.
Luka Anak-anak yang Terpisah dari Orang Tua
- Poppy Anasari
Poppy Anasari, anak Murad Aidit, juga menyimpan kenangan getir. Hanya tujuh hari setelah lahir, ia ikut dibawa ke penjara bersama ibunya.
“Saya tapol termuda. Nyusu di sana sampai umur 40 hari,” kenangnya.
Masa kecilnya diwarnai perpisahan panjang dengan kedua orangtuanya. Hingga usia 15 tahun, ia baru bertemu lagi dengan mereka, yang semula diperkenalkan sebagai paman dan bibi.