news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

RSUD Kota Bogor.
Sumber :
  • Antara

RSUD Kota Bogor Terlilit Utang, Pasien BPJS Kecewa Ketersediaan Obat Tak Terpenuhi

RSUD Kota Bogor Tengah dilanda masalah finansial serius akibat utang yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Minggu, 10 Agustus 2025 - 03:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - RSUD Kota Bogor Tengah dilanda masalah finansial serius akibat utang yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengakui kondisi permasalahan keuangan yang tengah membelit instansi tersebut.

Kendati demikian, ia membantah jika nilai utang RSUD Kota Bogor ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

"Angkanya tidak sebesar itu, memang dalam pelayanan kepada masyarakat saat ini yang utama. Kami usahakan yang terbaik, Insya Allah hutang RSUD dalam batas yang masih bisa dikendalikan," ungkap Ilham kepada tvOnenews.com saat dikonfirmasi dikutip Sabtu (9/8/2025).

Lantas permasalahan utang yang tengah dilanda oleh RSUD turut berdampak terhadap ketersediaan obat bagi pasien.

Salah satunya yang dialami Isak (60) warga Kota Bogor pasien penyakit diabetes melitus dan jantung yang setiap bulan selalu kontrol kepada dokter spesialis RSUD Kota Bogor sebagai RS rujukan dari Faskes tingkat I BPJS Kesehatan.

Namun dirinya mengakunkerpa mendapati obat yang dibutuhkannya tak pernah terpenuhi secara lengkap usai melakukan pemeriksaan kesehatan berkala di RSUD Kota Bogor.

"Ini berulang untuk setiap bulannya dan ternyata bukan hanya saya yang mengalaminya sendiri ternyata masih banyak pasien lainnya yang mengalami hal seperti yang saya alami. Setiap ditanyakan ke petugas mereka mengenai kekurangan obat, mereka dengan sangat entengnya menjawab untuk mencari dan membeli di apotik lain," kata Isak kepada awak media.

Isak meminta negara hadir dan berpihak kepada masyarakat miskin atau pasien BPJS Kesehatan agar pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tercukupi.

"Kalau beli obatnya banyak ya uang dari mana dan terus berulang kali," jelasnya.

Pasien lainya yang mengeluhkan hal yang sama Yong Surya (45) mengaku kecewa saat mendapatkan resep dari dokter spesialis Bedah Orthopedi sub Spesialis Genu.

Sebab, obat yang diambil di farmasi RSUD Kota Bogor tidak tersedia dan dirinya diminta untuk membeli di apotik lain. 

"Ibu saya habis di operasi dan saat dirawat malah mendapatkan resep obat yang harus di beli," kata Yong. 

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kota Bogor, Jenal M. Sambas mengatakan pihaknya telah mendapat beberapa pengaduan dari masyarakat mengenai tidak tersedianya obat di RSUD Kota Bogor.

Ia menjelaskan ketentuan secara umum Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjamin pelayanan kesehatan di Rumah Sakit selama peserta mengikuti prosedur yang ditetapkan dengan sistem paket INA CBG's termasuk obat- obatan sesuai formularium nasional yang ditentukan Kemenkes.

Ia pun mengaku hal ini telah fikomunikasi pihaknya kepada RSUD Kota Bogor.

"Harusnya RS memenuhi layanan termasuk semua obat nya sesuai ketentuan dan peserta tidak boleh disuruh cari dan beli sendiri," katanya.

Jenal mengaku adanya kekosongan obat tentunya menjadi tanggungjawab rumah sakit tersebut.

"Sesuai kontrak antara BPJS Kesehatan dengan RS jika ada pengaduan peserta namun tidak diselesaikan dan bahkan berulang kami berhak memberikan surat teguran ke RS," katanya. (raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:43
16:23
04:15
50:38
04:41
10:49

Viral