news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hercules.
Sumber :
  • YouTube

Padahal Sudah Diultimatum Hercules Jangan Main Kotor, Anak Buah Nekat Lakukan Pemerasan, Kini Nasibnya…

Anak buah Hercules ditangkap polisi karena kasus pemerasan di Jakarta Pusat. Padahal, Hercules sudah tegas melarang kader GRIB Jaya main kotor. Begini nasibnya!
Kamis, 15 Mei 2025 - 19:47 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus pemerasan kembali mencoreng nama organisasi kemasyarakatan (Ormas) di ibu kota.

Kali ini, Polres Metro Jakarta Pusat menangkap sejumlah orang yang diduga melakukan tindakan pemerasan dan premanisme.

Salah satu dari sembilan tersangka yang diamankan ternyata merupakan anggota dari organisasi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, yang dipimpin oleh tokoh kontroversial, Hercules Rozario Marshall.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 12 Mei 2025, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Danny Yulianto, menjelaskan bahwa sembilan tersangka ditangkap karena keterlibatannya dalam kasus pemerasan terhadap para pedagang dan pengusaha di kawasan Jakarta Pusat.

Para tersangka diketahui kerap meminta uang secara paksa dengan dalih keamanan dan parkir liar.

Salah satu tersangka berinisial T, yang disebut-sebut sebagai anak buah dari Hercules, diamankan polisi bersama delapan tersangka lainnya yang masing-masing berinisial FC (53), H (51), AG (37), DF (38), MDI (38), P (35), SA (39), dan TP (25).

AKBP Danny Yulianto menyebutkan bahwa T adalah satu-satunya dari sembilan tersangka yang tercatat sebagai anggota aktif GRIB Jaya.

T bahkan memiliki kartu tanda anggota resmi dari organisasi tersebut yang berwarna merah putih dengan lambang burung garuda.

Dalam keterangannya, T mengakui bahwa dirinya bisa meraup keuntungan sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan dari aktivitas yang berkaitan dengan penguasaan area parkir dan pungutan liar.

T juga mengaku bahwa sebelum bergabung dengan GRIB Jaya, dirinya sudah bekerja sebagai juru parkir.

Ia mencoba membantah keterkaitan langsung antara aktivitas pungli dengan keanggotaannya di GRIB.

“Jadi kalau itu (parkir dengan ormas) gak ada sangkut pautnya. Karena saya di parkiran itu sebelum saya masuk Ormas,” ungkap T saat ditanya oleh AKBP Danny.

Pernyataan ini sontak menuai perhatian publik, terlebih karena Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan tegas yang melarang seluruh kader dan anggota ormasnya untuk melakukan praktik kotor.

Terutama menjelang hari raya atau saat-saat tertentu yang rentan disalahgunakan.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube GRIB TV, Hercules dengan suara lantang mengultimatum semua pimpinan daerah dan cabang agar tidak meminta uang.

Ia menekankan bahwa GRIB bukanlah ormas yang mencari keuntungan pribadi lewat tekanan atau paksaan terhadap masyarakat.

“Saya larang keras untuk bikin proposal. Saya larang keras GRIB untuk meminta-minta,” tegas Hercules.

Hercules menyebutkan bahwa kader GRIB masih bisa meminta bantuan kepada teman atau sahabat dekat, namun tidak boleh atas nama organisasi.

“Tetapi kalau kamu mau minta ke teman kamu sendiri, pengusaha yang memang kenal dekat, silakan. Tapi jangan bawa nama GRIB,” ujarnya.

Hercules juga tak segan mengancam akan mencopot jabatan siapa pun di bawah struktur organisasi GRIB yang terbukti melanggar aturan tersebut.

Dalam pernyataannya, ia memastikan bahwa jika ada Ketua DPD atau DPC yang berani mengedarkan proposal mengatasnamakan GRIB, maka mereka akan langsung dipecat.

“Saya minta langsung dipecat,” tegasnya lagi.

Hercules ingin GRIB Jaya dikenal sebagai organisasi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan dan komitmen terhadap hukum.

Apalagi GRIB diketahui secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilu Presiden 2024 lalu.

Ia tak ingin dukungan tersebut tercoreng hanya karena ulah oknum yang menyalahgunakan nama besar organisasi.

Kini, nasib anak buah Hercules yang terjerat kasus pemerasan itu berada di tangan aparat penegak hukum.

Meski sudah diberi peringatan keras oleh sang ketua umum, tindakan nekat tersebut justru membuat mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral