- Tim tvOne/Julio Trisaputra
Diminta Beri Bantuan Soal Hukum di Indonesia oleh Prabowo Subianto, Berapa Tarif Otto Hasibuan sebagai Pengacara?
Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara kondang Otto Hasibuan dipanggil oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto ke Kertanegara pada hari ini, Selasa (15/10/2024). Pada pertemuan tersebut, Otto mengaku berbincang soal hukum di Indonesia bersama Prabowo.
Tidak hanya itu, Otto Hasibuan juga diminta untuk memberikan bantuan khusus agar perkembangan hukum di Indonesia menjadi lebih baik.
“Saya berbincang-bincang tentang perkembangan hukum di negara ini. Ia meminta saya untuk memberikan bantuan khusus agar perkembangan hukum di negara ini baik,” ujar Otto Hasibuan di depan rumah Kertanegara.
Namun, Otto Hasibuan tidak mengungkapkan apakah dirinya bakal menjadi Wamenkumham atau tidak setelah dipanggil Prabowo Subianto ke Kertanegara.
Dipanggilnya Otto Hasibuan ke Kertanegara membuat tarifnya sebagai pengacara saat menangani kasus jadi pertanyaan banyak orang. Berikut ini adalah informasi lengkapnya.
Tarif Otto Hasibuan
Otto Hasibuan adalah sosok yang tidak asing dalam dunia hukum Indonesia. Sebagai salah satu pengacara kondang di Indonesia yang sering menangani kasus-kasus besar, diantaranya adalah kasus Kopi Sianida dengan terdakwa Jessica Wongso.
Berkat hal tersebut, biaya sewa jasa Otto Hasibuan sebagai pengacara kabarnya mencapai angka fantastis. Untuk menangani kasus-kasus tertentu, tarifnya bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung pada kompleksitas dan tingkat kesulitan kasus yang dihadapi.
Angka ini seolah mencerminkan pengalaman dan keahlian Otto dalam menangani berbagai kasus hukum yang rumit serta reputasinya sebagai pengacara yang selalu memberikan hasil terbaik bagi kliennya.
Selain itu, Otto Hasibuan saat ini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Ia juga mendapatkan pujian lantaran membantu 7 narapidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.
Bahkan, Otto Hasibuan membentuk tim khusus baik di Cirebon, Bandung, hingga Jakarta, dengan jumlah lawyer mencapai 100 orang.
Saking seriusan menangani perkara ini, Otto Hasibuan dan timnya harus menempuh jarak 220 kilometer dari Jakarta ke Cirebon, untuk melakukan investigasi atau menghadiri sidang di lokasi terjadinya pembunuhan tersebut. (nsp)