news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

”Apa itu rekam jejak digital? Mengapa rekam jejak digital disebut mengancam? Lalu, bagaimanakan cara menghindari ancaman tersebut? Pertanyaan itu umumnya menggantung di benak para pelajar.”.
Sumber :
  • Istimewa

Mengapa Rekam Jejak Digital Disebut Mengancam? Ini Penjelasannya

”Apa itu rekam jejak digital? Mengapa rekam jejak digital disebut mengancam? Lalu, bagaimanakan cara menghindari ancaman tersebut? Pertanyaan itu umumnya menggantung di benak para pelajar.”
Rabu, 8 Mei 2024 - 13:08 WIB
Reporter:
Editor :

Senada, dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Deny Yudiantoro menegaskan pentingnya menjaga rekam jejak digital tetap bersih dan positif. Karena, hal itu akan sangat berpengaruh pada masa depan para siswa, utamanya saat memasuki dunia kerja.

”Tips menjaga jejak digital, yakni: tidak menyebar hoaks, tidak asal posting, stop cyberbullying, dan tidak posting konten sensitif, hindari menghujat dan menghina, dan hapus komentar buruk di media sosial,” sebut Deny Yudiantoro.

Sementara, influencer Dyah Hakim berpesan agar berhati-hati dengan apa yang kita unggah di internet. Pengguna juga diingatkan supaya lebih memahami implikasi – baik positif maupun negatif, dari tindakannya di dunia maya.

”Penggunaan internet selalu meninggakan jejak digital. Kunjungan ke situs web, kirim email, berkomentar dan mengunggah konten di media sosial, belanja online, semuanya berpeluang menjadi rekam jejak yang akan tersimpan permanen di internet,” jelas Dyah Hakim.

Untuk diketahui, webinar seperti dihelat di Kabupaten Indragiri Hilir ini, merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dilaksanakan sejak 2017. Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini mulai bergulir pada Februari 2024, berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring. 

Meningkatkan kecakapan warga masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 jiwa penduduk Indonesia.(chm)
 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral