news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anthony Leong dan Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Istimewa

Sosok Muda Tionghoa Indonesia Anthony Leong di Kubu Prabowo-Gibran

Pengusaha muda Tionghoa-Indonesia, Anthony Leong, menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dan juga Koordinator Nasional Relawan Prabowo-Gibran Digital Team (PRIDE).
Kamis, 14 Desember 2023 - 18:55 WIB
Reporter:
Editor :

Wakil Bendahara Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) itu juga menyebut bahwa Prabowo pasti membuka ruang kepada seluruh anak bangsa terbaik berkontribusi dalam pembangunan nasional. Ia menyebut kepemimpinan Prabowo di partai politik telah melahirkan pemimpin dari berbagai latar belakang di level legislatif maupun eksekutif.

"Kita tahu betul bagaimana sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2012. Di saat tidak ada yang berani mencalonkan. Prabowo pasang badan mendorong Ahok pada saat itu maju bersama Jokowi meskipun Ahok dari kalangan Tionghoa. Itu bukti keberpihakan Prabowo untuk seluruh anak bangsa yang punya kompetensi pasti didukung," ujarnya.

Meski Prabowo terus dicibir tentang kasus pelanggaran HAM, Anthony yakin Prabowo tidak bersalah dan isu HAM hanya dipolitisasi karena menjelang pemilu dan tren elektabilitas Prabowo yang terus meningkat.

"Saya melihat juga banyak yang bergeser, yang dulu tidak mendukung kini sudah mendukung karena melihat bahwa hanya Prabowo sosok yang paling tepat memimpin Indonesia. Isu pelanggaran HAM ini sudah paling sering muncul menjelang pemilu. Sudah banyak fakta hukum dan fakta politik yang banyak beredar bahwa Prabowo tidak bersalah. Pak Wiranto yang dulu berseberangan politik juga kini mendukung all out. Kita harap bahwa isu HAM tidak lagi dipolitisir kita fokus ke depan bagaimana hadirkan perekonomian dan ekosistem politik, dunia usaha yang lebih baik lagi kedepan melanjutkan dan sempurnakan yang sudah ada," katanya.

Anthony menyebut kepemimpinan Gibran di Solo mendapat peringkat 4 di tahun 2022 pada indeks Kota Toleran oleh Setara Institute. Diketahui pada tahun 2021, Kota Solo ada di peringkat 9. Ia pun berharap para Tionghoa zaman sekarang bisa berbeda dengan pada saat masa orde baru, biasanya Tionghoa hanya fokus pada dunia usaha dan tidak terjun atau tidak berani ke dunia politik.

"Karena ini ada bonus demografi tentunya Indonesia yang begitu besar, begitu heterogen perlu kolaborasi dengan semua pihak. Biasanya Tionghoa hanya fokus pada dunia usaha, kini harapannya ke depan bisa bersama-sama kontribusi dalam pembangunan nasional untuk kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmu. Targetnya adalah membangun fondasi yang kokoh Indonesia Emas pada 2045," tutup Anthony pengusaha media dan digital itu.(chm)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:01
00:56
07:36
00:56
00:52
01:21

Viral