- Istimewa
Kisah Penyandang Disabilitas di Jepara yang Wujudkan Mimpinya Bergabung dengan Polri
Dunia terasa begitu kecil dan pendek untuknya karena keterbatasannya membuat Mbak Is tidak berani untuk bermimpi akan masa depan.
Satu-satunya dunia yang ia rasakan adalah keluarganya yang selama ini menerima dan mendukungnya, terutama dalam pendidikan. Ia berkesempatan untuk belajar hingga lulus dari sebuah Sekolah Tinggi Theologia (STT) Abdiel Ungaran.
Secercah harapan dimilikinya saat ada seorang pria yang mau meminangnya dari pernikahan itu, Mbak Is memiliki seorang putri yang sangat dicintainya.
Namun semua berjalan tidak seperti apa yang diharapkan hanya beberapa tahun setelah menikah, suaminya pergi meninggalkan dia dan anaknya dengan tidak bertanggung jawab.
Itu menimbulkan luka yang begitu mendalam. Satu-satunya harapan yang membuat dia tetap punya semangat hidup adalah anak satu-satunya yang harus ia rawat.
Dengan kondisinya tersebut tentu merawat anak seorang diri tidak mudah, apalagi tidak ada penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
Satu titik balik yang mengubah hidup Mbak Is adalah ketika ia mulai berkenalan dengan komunitas disabilitas di Jepara.
Semenjak itu, Mbak Is mulai bisa berdamai dengan dirinya dan aktif berorganisasi di beberapa organisasi disabilitas.
"Selalu ada harapan dan kesempatan yang tidak terduga. Selalu ada kemungkinan di tengah berbagai ketidakmungkinan. Satu hal yang ia pegang saat ini adalah untuk tetap percaya dan melangkah dengan segala keikhlasan," pungkasnya. (raa)