news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Foto Gembong Narkoba Jaringan Internasional, Fredy Pratama.
Sumber :
  • Istimewa

Bareskrim Polri Sinyalir Fredy Pratama Terafiliasi Kartel Narkoba Wilayah Segitiga Emas 

Fredy Pratama diduga berhubungan dengan jaringan narkoba internasional segitiga emas yang meliputi negara Asia Tenggara yakni Thailand, Laos, dan Myanmar. 
Jumat, 15 September 2023 - 20:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Bareskrim Polri terus mendalami jaringan peredaran narkoba internasional yang dikendalikan oleh seorang gembong bernama Fredy Pratama (FP). 

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba (Wadirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Kombes Jayadi menduga jika Fredy Pratama berhubungan dengan jaringan peredaran narkoba internasional bernama The Golden Triangle atau segitiga emas yang meliputi wilayah negara Asia Tenggara yakni Thailand, Laos, dan Myanmar. 

"Sedang didalami oleh penyidik untuk memastikan keterkaitan dengan jaringan Segitiga Emas," kata Jayadi kepada awak media, Jakarta, Jumat (15/9/2023).

Jayadi menuturkan dari pendalaman kasus yang dilakukan pihaknya didapati jika Fredy Pratama tak memiliki pabrik pembuatan narkoba. 

Menurutnya Fredy Pratama hanya berperan sebagai penghubung bandar narkoba jaringan internasional dengan di Indonesia. 

"FP tidak punya pabrik tetapi sebagai pengendali antara pemilik barang yang ada luar negeri dengan jaringan yang ada di Indonesia. Kepastian sumber barang masih dalam penyidikan," ungkap.

Buronan Fredy Pratama Jadi Sindikat Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, Polisi Dapati Aset Senilai Triliunan Rupiah

Bareskrim Polri membongkar sindikat peredaran narkotika jaringan internasional yang dikomandoi seorang buronan bernama Fredy Pratama. 

Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada mengatakan dari pengungkapan tersebut kepolisian mendapati barang bukti puluhan ton sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi. 

Menurutnya nominal fantastis didapati dari puluhan ton sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi yang didapat dari sindikat peredaran narkotika jaringan internasional di bawah komando Fredy Pratama. 

"10,2 ton sabu, dan 116.346 butir ekstasi apabila dikonversikan ke rupiah menjadi Rp10,2 triliun (sabu), dan Rp63,99 miliar (ekstasi)," kata Wahyu dalam konferensi persnya, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Wahyu mengungkapkan sindikat peredaran narkotika internasional jaringan Fredy Pratama telah diketahui telah beroperasi sejak tahun 2020 silam hingga saat ini. 


Ilustrasi Narkoba (pixabay)

Menurutnya sejak saat itu sejumlah pelaku yang tergabung sindikat peredaran narkotika jaringan Fredy Pratama itu telah ditangkap pihak kepolisian.

"Kemudian setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa sindikat Fredy Pratama ini adalah sindikat narkoba yang cukup besar karena hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkoba oleh Bareskrim Polri dan jajaran dari tahun 2020 hingga 2023 ada 408 Laporan Polisi dan total barbuk yang disita sebanyak 10,2 ton sabu, dan terafiliasi dengan kelompok Fredy Pratama ini," ungkapnya. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral