Apa Iya Megatron Diincar Klub Elite Korea Selain Red Sparks? Aturan Baru KOVO 2026 Bisa Jadi Jalan untuk Megatron Comeback ke V-League
- KOVO
tvOnenews.com - Rumor kepindahan Megatron kembali menghangat di kancah Liga Voli Korea musim depan. Opposite andalan Indonesia itu disebut tak hanya masuk radar mantan klubnya, tetapi juga diminati sejumlah tim elite dari kawasan ibu kota Korea Selatan.
Isu ini mencuat bersamaan dengan perubahan regulasi penting dari federasi voli Korea yang membuka peluang negosiasi lebih luas bagi pemain kuota Asia atau pemain asing mulai musim 2026-2027.
Perubahan aturan dari KOVO (Korea Volleyball Federation) membuat bursa transfer musim depan diprediksi lebih dinamis.
Sistem pemilihan pemain kuota Asia yang sebelumnya berbasis draft kini bergeser menjadi sistem bebas agen (free agent).
Situasi ini membuat nama Megawati semakin seksi di pasar transfer, terlebih performanya selama dua musim terakhir di V-League dinilai melampaui ekspektasi.
Aturan Baru KOVO 2026: Sistem Free Agent Buka Persaingan
Media Korea, Yonhap News Agency, melaporkan bahwa mulai musim 2026-2027, pemilihan pemain kuota Asia akan menggunakan sistem bebas agen.
“Untuk musim 2026-2027, pemilihan pemain kuota Asia berubah menjadi sistem bebas agen,” tulis Yonhap News Agency dalam laporannya, Kamis (19/2/2026).
Perubahan ini krusial. Jika sebelumnya pemain kuota Asia ditentukan melalui mekanisme seleksi tertentu, kini klub dapat melakukan negosiasi langsung dengan pemain incaran mereka.

- KOVO
Artinya, Megawati berpeluang memilih klub dengan proyek terbaik dan nilai kontrak yang lebih kompetitif.
Yonhap juga menyebut bahwa “klub (Red Sparks) menaruh harapan pada kembalinya ‘superstar’ Mega, yang mana mereka jaga hubungan baiknya.”
Pernyataan itu mempertegas bahwa mantan timnya belum menyerah untuk memulangkan sang opposite.
Klub Ibu Kota Bergerak, Pink Spiders hingga Hyundai Hillstate Siaga
Tak hanya Daejeon JungKwanJang Red Sparks yang dikabarkan memantau situasi Megawati. Yonhap mengungkap bahwa “klub-klub papan atas dari ibu kota” telah melakukan negosiasi di balik layar.
Empat klub berbasis di Seoul dan sekitarnya disebut berpotensi masuk dalam perburuan: GS Caltex Seoul KIXX, Hwaseong IBK Altos, Suwon Hyundai E&C Hillstate, dan Heungkuk Life Pink Spiders.
Pink Spiders menjadi nama paling menarik. Klub ini bukan hanya salah satu yang tersukses di Liga Voli Korea, tetapi juga identik dengan legenda voli Korea, Kim Yeon-koung, figur yang selama ini diidolakan Megawati.
Dalam dua musim terakhir, Pink Spiders konsisten menjadi kandidat juara dan bahkan dua kali menggagalkan ambisi Red Sparks di playoff serta final.
Hyundai Hillstate pun tak kalah mentereng. Bersama Red Sparks dan Pink Spiders, mereka konsisten menghuni tiga besar dalam dua musim terakhir, bahkan meraih gelar juara pada 2023-2024.
Sementara itu, beberapa klub lain seperti Gwangju Pepper Savings Bank dan Gimcheon Korea Expressway Corporation Hi-Pass disebut lebih fokus mempertahankan kuota Asia yang sudah ada.
Hi-Pass bahkan dikabarkan hampir mencapai kesepakatan baru dengan Tanacha Soksood.
Warisan Megawati di Korea dan Dilema Red Sparks
Nama Megawati kembali santer dibicarakan bukan tanpa alasan. Sejak hengkang dari Red Sparks, performa klub tersebut merosot tajam.
Musim lalu mereka menjadi runner-up dan nyaris juara. Kini, dari 26 laga, tim asuhan Ko Hee-jin hanya meraih enam kemenangan dan bahkan menelan 11 kekalahan beruntun.
Perombakan skuad besar-besaran membuat Red Sparks kehilangan keseimbangan. Selain Megawati, mereka juga ditinggal Vanja Bukilic dan Pyo Seoung-ju.
Situasi makin sulit karena awal musim mereka tak diperkuat setter sekaligus kapten Yeum Hye-seon serta pengganti Megawati, Wipawee Srithong, yang cedera.
Sebaliknya, Megawati meninggalkan Korea dengan catatan gemilang. Ia finis di peringkat ketiga daftar top skor dan mencatat rasio serangan sukses terbaik.
Kontribusinya bahkan dinilai melampaui standar gaji pemain kuota Asia yang berada di angka 150 ribu dolar AS per musim.
Meski Red Sparks telah menyiapkan perpanjangan kontrak, Megawati memilih pulang ke Indonesia bertepatan dengan momen pernikahannya dengan Dio Novandra Wibawa pada Juli lalu.
Hubungan keduanya tetap hangat; Ko Hee-jin bahkan hadir langsung di acara pernikahan tersebut dan masih terlihat berkomunikasi lewat panggilan video.
Kini, dengan regulasi baru KOVO dan banyaknya klub elite yang siap bergerak, masa depan Megawati di Liga Voli Korea kembali menjadi teka-teki besar.
Apakah ia akan kembali menjadi “superstar” Red Sparks, bergabung dengan raksasa ibu kota seperti Pink Spiders, atau membuka babak baru bersama kekuatan lain?
Bursa transfer 2026 tampaknya akan menjadi panggung besar berikutnya bagi Megawati Hangestri Pertiwi. (udn)
Load more